Metode Membaca Berkelompok Dorong Minat Baca

  • 03 Des 2025 11:52 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Komunitas Baca Rangkasbitung mengembangkan metode membaca secara berkelompok sebagai pendekatan utama dalam pembelajaran sastra. Metode ini memprioritaskan proses membaca pelan-pelan, berdiskusi, dan menafsirkan teks bersama sehingga peserta memahami isi bacaan secara mendalam, bukan sekadar menyelesaikan halaman.

Koordinator Komunitas Baca, Ubaidilah Muchtar, menjelaskan bahwa metode ini dipilih karena murah, masif, dan memiliki dampak sosial tinggi.

Reading group membuat membaca jadi kegiatan publik. Kita tidak membaca sendirian, tapi saling berbagi pengalaman dan menafsirkan isi buku,” ujarnya saat dialog bersama Pro 1 RRI Banten, Rabu (3/12/2025).

Ia menambahkan bahwa metode ini juga mendorong keberanian peserta untuk berbicara dan berpendapat. Selama satu tahun penuh, komunitas ini berhasil menyelesaikan pembacaan novel Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer.

Kini mereka sedang membaca Max Havelaar karya Multatuli dan telah memasuki pertemuan ke-19. Setiap pertemuan, peserta membaca satu halaman bergiliran, lalu mendiskusikan kata sulit, perasaan tokoh, hingga konteks sosial yang diangkat novel.

Menurut Ubaidilah, metode ini menumbuhkan rasa percaya diri peserta dan membantu mereka memahami sastra secara lebih humanis. “Ketika membaca bersama, orang tidak hanya memahami teks, tetapi juga memahami manusia di sekitarnya. Ada nilai sosial yang muncul dari interaksi itu,” katanya.

Ia berharap metode membaca secara berkelompok semakin dikenal masyarakat dan diterapkan di sekolah maupun komunitas lain. Dengan cara ini, literasi dapat berkembang lebih inklusif dan menyenangkan, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan bacaan berat. Komunitas Baca Rangkas siap membuka kolaborasi untuk memperluas praktik metode ini di wilayah Lebak. (Bachtiar Rahadi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....