TP-PKK dan DP3AKB Serang Perkuat Perlindungan Penyintas Kekerasan

  • 27 Nov 2025 13:13 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Lonjakan laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Serang sepanjang 2025 mendorong Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), mempercepat berbagai langkah perlindungan. Langkan tersebut dimulai dari penguatan keluarga hingga perluasan jalur pelaporan bagi penyintas.

Kenaikan aduan tersebut terungkap saat kegiatan penguatan keluarga yang digelar di Pokel Garden, Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya para penyintas dengan pendamping untuk mendapatkan dukungan langsung dari TP-PKK dan DP3AKB Kota Serang.

Baca juga: Gabungan Organisasi Wanita Kota Serang Soroti Kekerasan Seksual

Ketua TP-PKK Kota Serang, Arfina Rustandi, meminta para penyintas tidak lagi memendam kasus yang dialami. Ia menilai keberanian untuk berbicara sangat menentukan cepat atau lambatnya penanganan.

“Saya meminta mereka untuk speak up. Bisa bicara ke orang terdekat atau langsung ke kami. Ada nomor yang bisa dihubungi supaya mereka berani mengutarakan kejadian yang dialami,” ujar Arfina.

Ia menjelaskan, tim pendamping selama ini bekerja tertutup untuk menjaga kerahasiaan korban. Namun, sejumlah penyesuaian disiapkan agar penyintas bisa lebih mudah menjangkau bantuan tanpa rasa takut.

Baca juga: DP3AKB Kota Serang Tangani 40 Kasus Kekerasan Seksual

“Timnya sudah ada. Ke depan beberapa penyesuaian akan dilakukan supaya pergerakan lebih cepat dan mereka tidak kesulitan saat ingin bercerita,” katanya.

Sementara DP3AKB Kota Serang mencatat total 123 aduan sepanjang 2025, dengan 65 di antaranya merupakan kasus kekerasan. Kepala DP3AKB Kota Serang, Anthon Gunawan menilai, kenaikan ini terjadi karena warga mulai berani melapor.

“Tahun lalu 60 laporan sampai Desember. Sekarang 123 dengan seluruh konselingnya. Artinya semakin banyak yang berani mencari bantuan,” katanya.

Baca juga: Upaya Preventif Tekan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Ia menyebut, kekerasan fisik dan kekerasan seksual masih menjadi kasus terbanyak, dengan mayoritas korban berasal dari kelompok anak. Kecamatan Serang menjadi wilayah penyumbang laporan tertinggi. “Dari sisi jumlah penduduknya paling besar, jadi kasusnya juga paling banyak,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, 20 penyintas menerima bantuan berupa kebutuhan pokok dan dukungan transportasi. Anthon menyebut bantuan ini diberikan agar penyintas tetap merasa diperhatikan setelah mengalami kekerasan. “Ini bentuk kepedulian supaya mereka tidak merasa sendirian,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....