Pembangunan Kopdes Merah Putih di Pandeglang Terkendala Lahan

  • 18 Nov 2025 14:26 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Pandeglang belum merata. Soalnya, sebagian besar desa tidak memiliki lahan untuk membangun desa. Oleh karena itu, saat ini pemerintah daerah sedang melakukan pendataan aset untuk mempercepat pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pandeglang, Bunbun Buntaran menjelaskan, proses pendataan dilakukan untuk memastikan ketersediaan lahan yang dapat digunakan, baik dari tanah kas desa, tanah bengkok, maupun aset pemerintah.

Hingga kini, sebagian besar desa disebut masih melakukan verifikasi status kepemilikan lahan sehingga belum semua dapat ditetapkan sebagai lokasi pembangunan. Dari 339 desa kelurahan di Kabupaten Pandeglang, baru 6 desa yang sudah memiliki aset bangunan Koperasi Merah Putih. “Semua desa ditarget punya gerai, tapi kami harus melihat kesiapan tanahnya terlebih dahulu,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Bunbub menyebut, pembangunan gedung Kopdes Merah Putih membutuhkan lahan minimal seluas 800 hingga 1.000 meter persegi. Nantinya gedung tersebut terdiri atas beberapa bangunan yang memuat warung sembako, kantor, unit simpan pinjam, gudang, serta ruang kendaraan operasional koperasi.

Adapun anggaran pembangunan gerai ini diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar untuk gedung dan Rp500 juta untuk operasional.

Dia menegaskan, proses pendataan tanah perlu dilakukan secara hati-hati untuk menghindari persoalan hukum di kemudian hari, terutama terkait penggunaan tanah kas desa yang harus melalui musyawarah dan persetujuan resmi. “Pendataan ini penting supaya ke depan tidak ada masalah dalam pemanfaatan aset desa,” katanya.

Di sisi lain, upaya pengembangan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih masih berjalan terbatas karena belum tersedianya gedung operasional. Sejumlah koperasi mulai merintis usaha kecil seperti warung sembako, penyediaan gas, minyak, hingga kebutuhan dasar lainnya, namun skalanya dinilai masih kecil. Bunbun menyebut penguatan koperasi ini belum optimal karena belum adanya fasilitas permanen. (Ridwan Maulana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....