Berkah Kemerdekaan Pedagang Bendera Musiman di Pandeglang
- 09 Agt 2026 11:00 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pedagang bendera musiman di Kabupaten Pandeglang mampu meraup omzet ratusan ribu hingga jutaan rupiah per hari menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
- Para perantau dari Cirebon memanfaatkan momen tahunan untuk membuka lapak dagangan perlengkapan bernuansa merah putih di pinggir jalan protokol sejak akhir Juli.
- Karyojaya, seorang pedagang bendera musiman asal Cirebon, telah menggeluti usaha ini sejak era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan sistem berdagang setahun sekali.
RRI.CO.ID, Pandeglang - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, para pedagang bendera musiman di Kabupaten Pandeglang mampu meraup omzet ratusan ribu hingga jutaan rupiah per hari dari hasil menjajakan atribut kemerdekaan. Momen tahunan ini dimanfaatkan para perantau untuk mengais rezeki dengan menjual berbagai perlengkapan bernuansa merah putih di pinggir jalan protokol.
Salah seorang pedagang bendera musiman asal Cirebon, Karyojaya mengaku, sudah menggeluti usaha musiman di Pandeglang sejak era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dirinya bersama rekan sesama perantau asal Cirebon rutin membuka lapak dagangan setahun sekali sejak akhir bulan Juli guna menyambut perayaan hari kemerdekaan.
"Saya sudah jualan di Pandeglang ini sejak zaman kepemimpinan Pak SBY atau sudah hampir dua puluh tahun lebih merantau ke sini setahun sekali. Dagangan yang kami jajakan bermacam-macam mulai dari berbagai jenis bendera merah putih hingga aksesoris perayaan kemerdekaan," ujar Karyojaya, Minggu 9 Agustus 2026.
Berbagai jenis bendera dengan aneka ukuran serta aksesoris pelengkap perayaan kemerdekaan dijajakan lengkap di sepanjang lapak dagangan miliknya. Pilihan produk yang bervariasi tersebut sengaja disediakan untuk memenuhi kebutuhan warga yang ingin menghias rumah menyambut HUT RI.
Tingkat penjualan atribut kemerdekaan pada tahun ini disebutnya mengalami peningkatan pendapatan jika dibandingkan dengan musim perdagangan tahun sebelumnya. Omset kotor harian yang berhasil dikantongi pedagang rata-rata mencapai kisaran 700 hingga satu juta rupiah per hari dari hasil penjualan langsung kepada konsumen.
"Pendapatan tahun ini menunjukkan peningkatan dan omset kotor rata-rata mencapai satu juta rupiah per hari dari penjualan berbagai atribut. Jenis bendera yang paling laris dicari pembeli untuk dipasang di rumah adalah ukuran empat puluh sentimeter dengan harga sekitar empat puluh ribu rupiah," katanya.
Ragam barang dagangan yang ditawarkan pun dipatok dalam rentang harga bervariasi mulai dari 25 ribu rupiah hingga 75 ribu rupiah per buah. Adapun jenis produk yang paling banyak dicari oleh pembeli perumahan adalah bendera ukuran menengah dengan harga terjangkau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....