Bahan Kimia Industri Ancam Sesak Napas hingga Kanker

  • 03 Okt 2025 05:58 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Paparan bahan kimia berbahaya (B3) akibat bencana industri menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikan Pmegang Program Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ujang Samsul, dalam Dialog Tanggap Bencana RRI Pro 1 Banten, Kamis (2/10/2025).

Menurutnya, dampak kesehatan akibat kebocoran bahan kimia bisa langsung dirasakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. “Efek yang sering muncul di awal antara lain sesak napas, batuk, iritasi hidung dan tenggorokan, mual, muntah, hingga luka bakar pada kulit. Dalam kasus paparan dosis tinggi seperti H2S atau sianida, korban bahkan bisa meninggal seketika,” ujar Ujang.

Baca juga: Citangkil Dorong Sinergi Stakeholder dalam Mitigasi Bencana Industri

Ia menambahkan, risiko kronis dari paparan jangka panjang juga tak kalah berbahaya, mulai dari gangguan pernapasan menahun, kerusakan organ, gangguan reproduksi, akumulasi logam berat, hingga kanker. Meski Dinas Kesehatan telah menyusun rencana kontinjensi penanggulangan bencana industri, Ujang mengakui sarana dan prasarana masih sangat terbatas. “Kami sudah melakukan edukasi, simulasi di sekolah, serta menyiapkan ruang emergensi di rumah sakit. Tapi untuk peralatan standar internasional memang masih belum memadai,” katanya.

Camat Citangkil, Ikhlas Sinufus, menambahkan bahwa wilayahnya termasuk daerah rawan karena dikelilingi banyak industri kimia. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar kesiapsiagaan bencana lebih optimal. “Kita harus rutin melakukan simulasi bersama warga. Jangan sampai masyarakat panik ketika insiden benar-benar terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT Indorama Petrochemical, Malim Hendro Joni, menegaskan perlunya kolaborasi erat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. “Bencana memang tidak bisa diprediksi, tapi latihan evakuasi harus diperkuat. Jangan ada warga yang mendekat saat terjadi kebocoran atau ledakan. Keselamatan harus jadi prioritas,” ucapnya.

Baca juga: Lumbung Sosial di Pandeglang Mulai Terisi Logistik Kebencanaan

Dengan kepadatan industri kimia di Cilegon, para pemangku kepentingan menilai upaya mitigasi bencana tidak bisa ditunda. Edukasi, simulasi, dan komunikasi darurat harus digalakkan agar masyarakat terlindungi dari ancaman serius bahan kimia berbahaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....