Citangkil Dorong Sinergi Stakeholder dalam Mitigasi Bencana Industri

  • 03 Okt 2025 05:53 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Camat Citangkil Kota Cilegon, Ikhlas Sinufus, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi bencana industri di wilayahnya. Hal ini disampaikannya dalam Dialog Tanggap Bencana yang digelar RRI Pro 1 Banten, bersama sejumlah narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon dan PT Indorama Petrochemical, Kamis (2/10/2025).

Ikhlas menjelaskan, wilayah Citangkil dan sekitarnya memiliki risiko tinggi terhadap bencana industri, mengingat banyaknya pabrik yang beroperasi di kawasan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan integrasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah, BPBD, TNI-Polri, Dinas Kesehatan, hingga pihak industri.

“Kami mendorong terbentuknya forum pengurangan risiko bencana agar sinergi antar-stakeholder dapat berjalan lebih efektif. Data akurat terkait potensi kegagalan industri dan pemetaan wilayah terdampak juga harus menjadi dasar langkah mitigasi,” ujar Ikhlas.

Baca juga: Lumbung Sosial di Pandeglang Mulai Terisi Logistik Kebencanaan

Selain koordinasi lintas sektor, pihak kecamatan juga menekankan pentingnya simulasi kesiapsiagaan secara rutin. Menurutnya, masyarakat perlu dilibatkan langsung agar tidak panik saat menghadapi kondisi darurat.

“Simulasi harus terus dilakukan, supaya warga tetap waspada tapi juga tenang. Perusahaan juga wajib melakukan sosialisasi risiko industri secara berkala, termasuk penanganan kebocoran bahan kimia,” katanya.

Senada dengan itu, Penanggung Jawab Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ujang Samsul, menekankan bahwa dampak bencana industri terhadap kesehatan bisa sangat fatal, mulai dari gangguan pernapasan, iritasi kulit, hingga risiko kematian akibat paparan bahan kimia berbahaya. Dinkes, kata dia, sudah menyiapkan rencana kontinjensi dan simulasi kesehatan darurat, meski masih terkendala keterbatasan sarana.

Sementara itu, HRA General Affair PT Indorama Petrochemical, Malim Hander Joni, menegaskan bahwa latihan bersama masyarakat dan pemerintah adalah kunci untuk mengurangi risiko. “Bencana memang tidak bisa diprediksi, tapi koordinasi dan latihan evakuasi harus diperkuat. Masyarakat juga jangan mendekat ke lokasi saat terjadi insiden, keselamatan harus jadi prioritas,” ujarnya.

Baca juga: BMKG Ingatkan Hujan dan Gelombang Tinggi di Banten

Dengan jumlah industri kimia dan petrokimia yang padat di Kota Cilegon, upaya mitigasi bencana dinilai tidak bisa ditunda. Pemerintah, industri, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat komunikasi serta kesiapsiagaan untuk mencegah terjadinya korban jiwa bila bencana industri terjadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....