Kecelakaan di Cilegon Didominasi Usia Produktif

  • 23 Sep 2025 09:10 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Angka kecelakaan lalu lintas di Kota Cilegon masih terbilang tinggi. Berdasarkan data yang disampaikan Kasat Lantas Polres Cilegon, AKP Ridwan, tercatat sebanyak 150 kasus kecelakaan terjadi sepanjang tahun ini, dengan korban meninggal dunia mencapai 22 orang. Mirisnya, sebagian besar korban merupakan masyarakat usia produktif.

“Dari 150 kecelakaan yang terjadi, 22 di antaranya meninggal dunia. Kebanyakan korban masih usia produktif, yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga,” ujar AKP Ridwan dalam dialog bersama RRI Banten, Selasa (23/9/2025).

Ia menambahkan, pelanggaran yang paling banyak ditemukan di lapangan adalah tidak menggunakan helm. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari keburu-buru hingga menganggap jarak tempuh yang dekat tidak membutuhkan perlengkapan keselamatan. Padahal, helm menjadi pelindung utama kepala saat terjadi benturan. “Masih banyak masyarakat yang menganggap remeh. Karena jarak dekat, lalu merasa aman, akhirnya tidak pakai helm. Padahal risikonya fatal jika terjadi kecelakaan,” katanya.

Untuk menekan tingginya angka pelanggaran, Satlantas Polres Cilegon gencar melakukan berbagai program edukasi. Edukasi tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga diperkenalkan sejak dini di sekolah-sekolah. Polisi lalu lintas bahkan membentuk kelompok kecil hingga Polisi Keamanan Sekolah (PKS) agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami anak-anak.

“Kami kampanyekan di sekolah-sekolah, membentuk kelompok pelajar hingga PKS. Harapannya, anak-anak bisa jadi pelopor keselamatan lalu lintas di lingkungannya masing-masing,” ujar Ridwan.

Selain itu, pendekatan langsung ke masyarakat juga terus dilakukan. Personel Satlantas rutin mendatangi warga secara door-to-door untuk menyampaikan pesan keselamatan. Media massa pun diajak berkolaborasi agar informasi keselamatan berlalu lintas bisa menjangkau lebih luas.

Ridwan menegaskan, setiap pengendara harus menumbuhkan kesadaran hukum dalam berlalu lintas. Menurutnya, setiap keputusan yang diambil di jalan raya, sekecil apa pun, bisa berdampak besar pada keselamatan diri dan orang lain.

“Kami imbau masyarakat agar lebih peduli dengan keselamatan, karena satu kesalahan kecil di jalan bisa berakibat fatal. Keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga dan orang di sekitar kita,” kata Ridwan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....