Alih Fungsi Lahan Ancam Masa Depan Pertanian Banten
- 23 Mei 2025 21:20 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Alih fungsi lahan menjadi tantangan besar dalam menjaga ketahanan pangan Provinsi Banten. Ketua Tim Statistik Produksi BPS Banten, Hariyanto mengungkapkan, luas lahan pertanian terus menyusut dari tahun ke tahun, diikuti oleh penurunan jumlah petani.
“Kalau kita perhatikan data dari sensus pertanian dan pengamatan lapangan, lahan pertanian kita terus mengalami penurunan, termasuk jumlah petaninya juga,” ujarnya dalam program Mozaik Indonesia RRI Banten, Jum’at (23/5/2025).
Menurut Hariyanto, fenomena ini tidak terlepas dari ekspansi industri dan perumahan di wilayah seperti Tangerang Raya dan Kota Serang.
“20 tahun lalu, Tangerang masih banyak sawah. Sekarang sudah penuh pabrik dan perumahan,” ucapnya.
Alih fungsi lahan menjadi peringatan keras bagi masa depan produksi pangan di Banten. Meski saat ini Banten masih mampu memproduksi padi sebesar 1,55 juta ton gabah kering giling, kenyataan bahwa kebutuhan beras masyarakat mencapai 1,2 juta ton membuat produksi lokal belum mencukupi.
Lebih lanjut Hariyanto menambahkan bahwa stabilnya harga beras saat ini lebih disebabkan oleh distribusi dan pasokan dari provinsi lain. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap lahan pertanian yang tersisa agar Banten tidak semakin bergantung pada daerah lain.
“Perlu regulasi yang kuat untuk menjaga agar lahan pertanian tidak terus-menerus beralih fungsi,” ucapnya. (Nurlela)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....