Makna di Balik Seserahan Hasil Bumi dalam Seba Baduy

  • 03 Mei 2025 10:24 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Sebanyak 1.769 warga Baduy dalam dan Baduy luar melaksanakan prosesi adat Seba dengan berjalan kaki dari Desa Kanekes menuju Pendopo Bupati Lebak, Banten, Jumat (2/5/2025) malam.

Tradisi ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus penyerahan hasil bumi kepada Pemerintah Kabupaten Lebak sebagai ungkapan syukur atas panen yang melimpah setelah sebelumnya menjalani Kawalu dan Seren Taun (Ngalaksa).

Prosesi ritual Seba berlangsung khidmat dan disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat, antara lain Deputi Pengembangan Destinasi & Infrastruktur Kemenparekraf RI, perwakilan DPR RI, Forkopimda, Radya Sumedang Larang, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan, tradisi Seba Baduy merupakan salah satu warisan budaya yang harus dibanggakan dan dilestarikan.

"Seba Baduy adalah salah satu warisan budaya yang unik dan masyarakat Kabupaten Lebak harus berbangga menjadi bagian dari Seba Baduy," ujar Hasbi.

Ia menambahkan, kegiatan ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kekeluargaan.

"Kita harus bangga menjadi bagian dari Seba Baduy, dengan hadirnya pemerintah pusat, DPR-RI, Kementerian, Radya Sumedang Larang ini adalah membuktikan suatu kekeluargaan Banten dan Jawa Barat bersatu, untuk saling membantu dan tolong menolong," katanya.

Bupati Hasbi juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam, mengutip petuah adat Baduy, "Gunung teu menang dilebur, Lebak teu menang di rusak", yang berarti gunung tidak boleh dirusak, alam tidak boleh dihancurkan demi menjaga warisan leluhur agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Sejalan dengan Bupati, Jaro Saidi Putra selaku perwakilan masyarakat Baduy menyataka, Seba Baduy menjadi pengingat kepada seluruh pihak akan pentingnya menjaga alam.

"Saba ini untuk mengingatkan kepada pemerintah dan semua masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan alam untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat dan generasi penerus di masa depan," ucap Jaro.

Setelah melaksanakan Seba di Pendopo Kabupaten Lebak bersama Bapak Gede, masyarakat Baduy melanjutkan perjalanan ke Provinsi Banten pada Sabtu (3/5/2025) pagi, untuk melaksanakan Seba kepada jajaran Pemerintah Provinsi Banten.

Tradisi Seba Baduy tahun ini juga tercatat dalam daftar Karisma Event Nusantara (KeN) 2025 dari Kemenparekraf, sebagai bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya lokal yang perlu terus dipromosikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....