TNUK Segera Masukan Sepasang Badak Jawa dalam Penangkaran

  • 14 Mar 2025 20:06 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) akan segera memasukan sepasang badak jawa dalam penangkaran di kawasan Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA). Dalam penangkaran tersebut nantinya akan diisi badak betina dan jantan.

Dengan adanya sepasang badak, akan menghasilkan anak badak dengan Deoxyribonucleic Acid (DNA) yang baik.

Baca juga: Lindungi Badak Jawa, Jalur Trekking Wilayah Semenanjung Ujung Kulon Ditutup

“Dan anakannya itu akan kami kembalikan ke alam. Dengan begitu DNA badak jawa akan semakin membaik. Dan sejak tahun 2020-2025 sudah 24 ekor anak badak yang kita temukan sehingga struktur meningkat," kata Kepala TNUK, Ardi Andono saat ditemui di Pendopo Pandeglang, Jum’at (14/3/2025).

Menurut Ardi, cara ini dilakukan sebagai salah satu upaya melestarikan populasi badak jawa, yang jumlahnya kian menipis.

"Semoga dengan seperti itu, jumlah badak kita terus lestari. Saat ini ada 87-100 ekor,” ucapnya.

Baca juga: Semakin Langka, Badak Jawa Hadapi Berbagai Ancaman Kepunahan

Selain itu Ardi menilai, dengan berpindahnya badak jawa ke JRSCA, akan menjadi daya tarik bagi khalayak ramai, sehingga akan meningkatkan kegiatan ekonomi di wilayah TNUK dan sekitarnya.

"Nanti badak tersebut akan ditangkarkan untuk memperbaiki struktur DNA badak yang ada di kita, sekaligus dapat menarik wisatawan dapat berkunjung ke Pandeglang," ujar dia.

Namun, Ardi mengaku proses pemindahan badak jawa ke kawasan JRSCA tidaklah mudah. Oleh sebab itu, pihaknya akan bekerjasama dengan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) dalam melakukan proses pemindahan badak.

Baca juga: YPUI Dorong Mangrove dan Badak Jawa Masuk Kurikulum Muatan Lokal

“Saat ini sedang dalam proses simulasi pemindahan. Penangkapan badaknya nanti menggunakan V-trap dibantu Mabes TNI. Setelah simulasi berlangsung baik, baru kita lakukan penangkapannya secara betul-betul. Kurang lebih nanti pada bulan April pelaksanaannya,” kata dia.

Sementara Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani menyambut baik wacana tersebut. Karena ia meyakini dengan adanya penangkaran badak jawa maka menjadi sebuah kesempatan besar untuk membangun ekosistem perekonomian.

“Saya akan ikut dalam kegiatannya nanti. Mudah-mudahan ini bisa menjadi peluang usaha baru bagi warga, dan menambah wawasan kepada masyarakat bahwa badak ini warisan yang harus dilestarikan,” ujar Dewi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....