Banjir di Pandeglang Rendam 5.664 Hektare Lahan Sawah
- 09 Des 2024 17:22 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Sekitar 5.664 hektare lahan sawah di Kabupaten Pandeglang terancam puso akibat terendam banjir yang terjadi sejak, Senin (2/12/2024). Ribuan hektare sawah itu tersebar di 13 kecamatan.
Areal persawahan yang paling parah terendam banjir berada di Kecamatan Cikeusik, Pagelaran, Patia, Sindangresmi, Sukaresmi, dan Kecamatan Munjul. Usia tanaman yang terendam bervariasi, mulai dari 0-14 hari.
Baca juga: BPBD: 15.405 Warga Pandeglang Terdampak Banjir
"(Daerah) itu kan menjadi lumbung pangan, sentra padi kita," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang, M. Nasir, Senin (9/12/2024).
Meski banjir di Pandeglang mulai surut, tetapi dikhawatirkan berdampak terhadap tanaman petani. Padi mereka diperkirakan tidak bisa diolah kembali setelah terendam beberapa hari. Dampaknya benih yang sudah ditanam busuk atau rusak.
"Kami masih menunggu laporan POPT (Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan) Banten, apakah puso atau seperti apa kondisinya," ucap dia.
Baca juga: Sejumlah Desa di Pandeglang Sulit Diakses Karena Banjir
Nasir mengatakan, DPKP sudah melaporkan kondisi ini ke Pemerintah Provinsi Banten maupun Pemerintah Pusat. Dengan harapan akan datangnya bantuan benih tambahan bagi petani di Pandeglang. Mengingat saat ini baru memasuki awal musim tanam, sehingga masih ada kesempatan untuk melakukan satu kali lagi masa tanam.
"Mudah-mudahan bisa membantu lagi, seperti bantuan yang kemarin kami sudah salurkan di semai di tanam. Tapi banjir menerjang lagi yah dan harus bagaimana lagi yah, tapi mudah-mudahan Pemerintah Pusat masih bisa membantu, karena ini awal tanam," katanya.
Baca juga: Sekolah Terdampak Banjir di Pandeglang Diimbau Belajar Online
Walaupun ribuan hektare sawah terendam, tetapi Nasir optimistis target produksi padi tahun ini sebesar lebih dari 950 ribu ton akan tercapai. Karena sebelum diterjang banjir, DPKP melakukan berbagai intervensi untuk mempercepat masa tanam dan memperluas area tambah tanam.
"Kami masih meyakini target itu akan tercapai karena sebelum dilanda banjir, berbagai intervensi sudah kami lakukan seperti bantuan pompanisasi dan kuota bibit yang ditingkatkan," ucap Nasir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....