Pendapatan Menurun saat Ramadan Tukang Becak Terima Bantuan

  • 19 Mar 2026 11:16 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Sebanyak 250 pengayuh becak di Kota Serang menerima bantuan parsel dan sembako. Kegiatan tersebut digelar oleh Komunitas Icikiwir Berbagi. Penyaluran bantuan berlangsung, Rabu, 18 Maret 2026. Lokasi kegiatan berada di depan Pendopo Bupati Serang.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pekerja sektor informal. Terutama bagi para pengayuh becak yang terdampak secara ekonomi. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk berbagi kepada sesama. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh kebersamaan.

Para pengayuh becak menjadi sasaran utama dalam program ini. Hal ini karena pendapatan mereka cenderung menurun selama Ramadan. Minimnya penumpang membuat penghasilan tidak stabil. Kondisi tersebut menjadi perhatian komunitas.

Founder Komunitas Icikiwir Berbagi, Ipah Atmawiyah, menjelaskan alasan pemilihan penerima. Ia mengatakan tukang becak merupakan kelompok yang rentan secara ekonomi.

“Biasanya kalau Ramadan itu tukang becak agak lumayan sepi ya pendapatannya, jadi, biar mereka juga punya uang saku buat lebaran, jadi kita programkan untuk pengayuh becak,” ujarnya.

Ia menambahkan pendapatan mereka mengalami penurunan. Menurutnya, program ini diharapkan dapat membantu kebutuhan Lebaran. Bantuan diberikan agar para penerima bisa merayakan hari raya dengan layak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk solidaritas sosial. Komunitas ingin hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Setiap penerima mendapatkan parsel berisi beberapa kebutuhan. Di antaranya sirup, kue kaleng, dan teh. Parsel tersebut disiapkan untuk menambah suasana Lebaran. Isi parsel disesuaikan dengan kebutuhan umum masyarakat.

Selain parsel, penerima juga mendapatkan paket sembako. Paket tersebut terdiri dari beras, gula, dan minyak goreng. Tidak hanya itu, terdapat juga ayam potong dan sayur sop. Bantuan ini diharapkan dapat langsung dimasak saat Lebaran.

Komunitas sengaja menyiapkan bahan makanan siap olah. Hal ini agar para penerima dapat memasak hidangan khas Lebaran. Seperti opor ayam dan sayur sop bersama keluarga. Dengan begitu, kebahagiaan Lebaran dapat dirasakan bersama. Dana kegiatan berasal dari donasi masyarakat. Penggalangan dilakukan dengan sistem dari teman ke teman. Partisipasi masyarakat menjadi kunci terlaksananya kegiatan ini. Komunitas mengelola dana secara mandiri.

Program berbagi ini telah berjalan selama tiga tahun. Setiap tahun, jumlah penerima diupayakan terus bertambah. Komunitas berharap ke depan bisa menjangkau lebih banyak pihak. Dengan demikian, manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....