Pedagang Takjil Rangkasbitung Keluhkan Penurunan Pendapatan
- 23 Feb 2026 17:02 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Suasana bulan suci Ramadan mulai terasa di sejumlah ruas jalan utama di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sejak hari pertama puasa. Pedagang kuliner musiman tampak memadati beberapa titik strategis untuk menjajakan aneka makanan berbuka puasa.
Keramaian terlihat di sepanjang Jalan Multatuli, Jalan Sunan Kalijaga, serta beberapa ruas jalan lainnya di pusat kota Rangkasbitung. Lapak-lapak sederhana berdiri berjejer menawarkan berbagai pilihan takjil kepada warga yang melintas. Beragam kuliner dijajakan pedagang, mulai dari kue basah, aneka gorengan, hingga sayur matang siap santap. Pembeli pun tampak antusias memilih menu berbuka sejak sore hari.
Tak ketinggalan kuliner khas Banten seperti jojorong, buras, dan cocorot turut meramaikan lapak pedagang. Makanan tradisional tersebut menjadi incaran warga yang ingin menikmati cita rasa khas daerah saat berbuka.
Selain makanan, pedagang minuman segar juga mendominasi lokasi penjualan. Berbagai jenis es dan kelapa muda terlihat hampir di setiap sudut jalan utama.
Keramaian pembeli mulai terlihat sejak pukul 15.00 WIB hingga menjelang azan magrib. Arus lalu lintas di sekitar lokasi pun tampak lebih padat dibanding hari biasa.
Meski demikian, sejumlah pedagang mengaku pendapatan Ramadan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dirasakan oleh pedagang makanan maupun minuman.
Yusuf, penjual es di Jalan Multatuli, mengatakan hasil penjualannya tahun ini tidak seramai biasanya. Ia mengaku terjadi penurunan pendapatan yang cukup signifikan. “Ramadan sekarang terasa lebih sepi. Pendapatan saya jauh berkurang dibanding tahun lalu,” ujar Yusuf saat ditemui di lapaknya, Sabtu, 22 Februari 2026.
Menurut Yusuf, biasanya dalam sehari ia bisa menjual lebih banyak porsi minuman. Namun kali ini, jumlah pembeli dinilainya menurun meski suasana terlihat ramai. Keluhan serupa disampaikan Nana, pedagang takjil yang telah berjualan selama 20 tahun.
Ia menyebut Ramadan tahun ini menjadi salah satu yang paling sepi dari sisi pendapatan. “Sudah 20 tahun saya jualan takjil, baru kali ini terasa sekali penurunannya. Tahun ini jauh berkurang dibanding sebelumnya,” kata Nana.
Meski demikian, baik Yusuf maupun Nana tetap optimistis. Mereka berharap kondisi penjualan akan membaik seiring berjalannya bulan Ramadan yang masih menyisakan sekitar 25 hari lagi.
“Semoga makin mendekati Lebaran pembeli akan bertambah dan pendapatan bisa meningkat,” ucap Nana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....