Ramadan Dimaknai Sebagai Penyucian Jiwa dan Penguatan Iman

  • 18 Feb 2026 07:27 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam diingatkan untuk menyiapkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara rohani dan mental. Ramadan dipandang sebagai momentum besar untuk melakukan perubahan menyeluruh dalam kehidupan, mulai dari pola pikir, cara hidup, hingga kualitas ibadah kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Deni Rusli, dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Selasa, 17 Februari 2026. Ia menegaskan Ramadan bukan sekadar perubahan jadwal makan dan tidur, melainkan proses penyucian jiwa serta penguatan iman yang harus disiapkan sejak sebelum bulan suci tiba.

“Ramadan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi mengubah cara hidup, cara berpikir, dan cara mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

Menurut Ustaz Deni, kegembiraan menyambut Ramadan merupakan tanda keimanan seseorang. Ia menyebut, orang-orang saleh sejak dahulu bahkan berdoa berbulan-bulan agar dipertemukan dengan Ramadan karena besarnya keutamaan yang terkandung di dalamnya. “Orang beriman itu senang dengan datangnya Ramadan karena hatinya hidup dan rindu ibadah, bukan karena makanan atau baju baru,” katanya.

Selain kesiapan rohani, Ustaz Deni juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dan kesehatan sebagai penunjang ibadah. Menurutnya, tubuh yang sehat akan membantu umat Islam menjalankan puasa, tarawih, tadarus, dan amalan lainnya secara optimal selama Ramadan.

“Fisik yang sehat adalah sarana untuk ibadah yang maksimal, karena mukmin yang kuat lebih dicintai Allah,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri secara menyeluruh, baik iman, ilmu, amal, maupun kepedulian social. Dengan demikian Ramadan tidak berlalu tanpa makna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....