Polres Pandeglang Perketat Patroli Jam Rawan Antisipasi Perang Sarung

  • 23 Feb 2026 18:10 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Polres Pandeglang mengintensifkan Kegiatan Kepolisian Rutin yang Ditingkatkan (KKRYD) guna mengantisipasi aksi perang sarung dan balap liar selama bulan suci Ramadan. Langkah ini diambil setelah adanya identifikasi laporan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di sejumlah titik, khususnya wilayah Pandeglang Kota dan Banjar.

Petugas memetakan jam-jam rawan potensi gesekan massa yang kerap terjadi antara pukul 01.00 hingga 03.00 WIB atau menjelang waktu sahur. Kabagops Polres Pandeglang, AKP Abdul Rahman Taufik mengatakan peningkatan pengamanan ini melibatkan personel tambahan yang disebar ke 24 Polsek jajaran di seluruh wilayah Kabupaten Pandeglang.

Fokus utama patroli menyasar lokasi keramaian pemuda yang berpotensi memicu keributan maupun tindakan kriminalitas lainnya. Kepolisian menegaskan pengawasan tidak hanya terbatas pada pusat kota, namun menjangkau wilayah pemukiman guna menjamin ketenangan ibadah masyarakat.

Menurutnya a ksi perang sarung ini menjadi atensi khusus karena trennya cenderung meningkat dan dapat mengakibatkan luka fisik serius bagi para pelakunya. Meskipun terlihat seperti gurauan, kepolisian menilai kegiatan tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap ketersinggungan antar kelompok.

Patroli rutin ini juga sekaligus memantau potensi balap liar yang kerap memanfaatkan kondisi jalan raya yang sepi saat dini hari. "Kami segera giatkan KKRYD, rutin tapi ditingkatkan kegiatan dan personelnya. Jam-jam rawan itu antara jam 1 sampai jam 3 menjelang sahur, kami sudah instruksikan 24 Polsek patroli rutin," ujarnya, Senin 23 Februari 2026.

Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, meminta para orang tua memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka di luar rumah. Ia mengingatkan bahwa fenomena perang sarung yang dianggap bercanda oleh remaja seringkali berujung pada konsekuensi fatal dan merugikan masa depan.

Menurut Iing keluarga menjadi garda terdepan dalam memastikan putra-putri mereka tidak terjerumus dalam lingkaran konflik jalanan. "Perang sarung ini kayak bercanda tapi itu serius sehingga mengakibatkan luka, maka mari kita jaga dan awasi putra-putri kita supaya tidak terlibat hal negatif," kata Iing.

Pemerintah daerah menyarankan agar waktu luang remaja selama bulan Ramadan diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pesantren kilat di masjid maupun sekolah. Penguatan nilai spiritual dianggapnya lebih efektif untuk membentengi generasi muda dari pengaruh pergaulan negatif di lingkungan sekitar.

Ia menegaskan sinergi antara kebijakan keamanan kepolisian dan pengawasan orang tua menjadi kunci utama kondusivitas wilayah Pandeglang. Upaya preventif terus dilakukan Pemerintah Daerah dengan melibatkan seluruh elemen aparatur pemerintahan mulai dari tingkat kecamatan hingga rukun tetangga.

Monitoring lapangan tetap berjalan intensif guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman tanpa gangguan kamtibmas. Ia menilai keberhasilan penekanan angka kriminalitas selama Ramadan bergantung pada tingkat kepatuhan warga terhadap imbauan yang telah dikeluarkan.

Rekomendasi Berita