Bawaslu Pandeglang Tangani Empat ASN yang Tak Netral

  • 23 Jan 2024 14:53 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang menyebut selama periode Pemilu 2024, telah menangani empat perkara netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tiga temuan Bawaslu soal ketidaknetralan ASN didapati sebelum masa kampanye dimulai. Temuan itu terjadi di Kecamatan Carita dan Mandalawangi.

“Dari dua lokasi itu pengawas mendapati tiga ASN yang terlibat kampanye. Ketiganya bahkan sudah ditindak dengan menyampaikan rekomendasi ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara),” kata Ketua Bawaslu Pandeglang, Febri Setiadi kepada RRI, Selasa (23/1/2024).

Baca juga:

Tidak Netral, ASN Pandeglang Siap-siap Dikenai Sanksi

Terbaru, Bawaslu juga tengah menangani seorang guru yang merangkap sebagai Ketua BPD di Kecamatan Saketi, yang mengampanyekan seorang Caleg. Ini adalah temuan pertama sejak dimulainya tahapan kampanye pada 28 November 2023.

“Kemarin ada temuan dari teman-teman di Panwascam Saketi itu kaitan soal netralitas ASN, yang mana pada saat itu kegiatan kampanye, kemudian ditemukan lah dia ikut berkampanye pada salah satu partai politik. Dan sudah diproses oleh kita, rencana berkas yang sudah dibuat itu akan dilaporkan KASN,” ucap dia.

Selain empat ASN, Bawaslu juga telah menindak seorang Kepala Desa Karangsari, Kecamatan Angsana yang mengintimidasi masyarakat melalui voice note layanan WhatsApp.

“Yang bersangkutan juga telah kami tindak dengan mengirimkan rekomendasi ke DPMPD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa) sebagai pembina Kepala Desa,” ucap Febri.

Baca juga:

Duh, IKP Pandeglang Tempati Urutan Pertama di Banten

Temuan soal netralitas ASN ini tidak mengejutkan bagi Bawaslu. Soalnya terkait netralitas ASN sudah masuk dalam salah satu Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Yang mana IKP Pandeglang menempati urutan pertama di Provinsi Banten.

“Penyusunan IKP ini tidak serampangan. Karena disusun berdasarkan indek kerawanan yang pernah tejadi pada Pemilu 2019 dan Pilkada 2020. Maka ditahapan kampanye kami juga instruksikan teman-teman di bawah untuk melakukan pengawasan melekat. Karena khawatir kegiatan di desa atau kecamatan ditumpangi oleh kegiatan kampanye,” kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....