Pencarian Dihentikan, Gubernur Banten Sampaikan Terima Kasih Semua Pihak

  • 17 Sep 2026 19:39 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Operasi gabungan pencarian dan pertolongan terhadap penumpang dan awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, sejak hari pertama hingga hari ke-10 operasi, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang dan awak kapal Arupadhatu 1.

"Secara umum tidak ditemui tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut," kata Gubernur Banten, Andra Soni, saat memberikan keterangan Pers di Posko Utama SAR Banten, di Pantai Marina, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis 17 September 2026.

Selama pelaksanaan operasi, tim SAR gabungan menemukan sedikitnya 13 objek atau material di lokasi pencarian. Namun, setelah dikonfirmasi dan dilakukan pengecekan oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, seluruh objek tersebut dinyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan Arupadhatu 1.

Andra Soni menyampaikan, setelah masa perpanjangan operasi selama tiga hari, Basarnas menilai kegiatan pencarian sudah tidak efektif untuk dilanjutkan. Dengan pertimbangan tersebut, operasi gabungan pencarian dan pertolongan terhadap Arupadhatu 1 akhirnya dihentikan.

Meski demikian, Andra menegaskan, operasi masih dapat dibuka atau dilaksanakan kembali apabila ditemukan informasi maupun petunjuk baru terkait keberadaan kapal dan para penumpangnya.

"Bilamana ada informasi dari masyarakat, nelayan, kapal yang melintas atau pihak mana pun, operasi ini bisa dihidupkan kembali atau dilaksanakan kembali. Bilamana ada penemuan atau petunjuk baru, proses pencarian atau upaya evakuasi bisa dibuka kembali," ujar Andra Soni.

Andra Soni juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang selama 10 hari terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Ia turut menyampaikan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kepastian keberadaan orang-orang terdekat mereka.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak keluarga sekaligus ingin menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas belum ditemukannya sahabat-sahabat kita, keluarga kita yang berada di Arupadhatu 1," kayanya.

Ia berharap, ke depan terdapat informasi baru yang dapat ditindaklanjuti oleh petugas untuk mengungkap keberadaan kapal beserta penumpang dan awaknya. Gubernur Banten juga mengapresiasi peran media yang selama 10 hari turut membantu menyampaikan perkembangan operasi pencarian kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....