Program CKG di Lebak Jangkau Ratusan Ribu Warga

  • 04 Agt 2026 06:46 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten, mencatat capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus mengalami peningkatan dan telah menjangkau ratusan ribu warga. Hingga awal Agustus 2026, jumlah masyarakat yang mengikuti Program CKG mencapai 533.924 jiwa atau sekitar 35,51 persen dari total penduduk Kabupaten Lebak yang mencapai sekitar 1,5 juta jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, terutama puskesmas yang aktif menjangkau masyarakat. "Program Cek Kesehatan Gratis terus kami optimalkan agar semakin banyak masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini," kata Eka Darmana Putra di Lebak, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh 44 puskesmas yang tersebar di 28 kecamatan untuk memaksimalkan pelaksanaan Program CKG. Pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di gedung puskesmas, tetapi juga menyasar berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Sasaran pelaksanaan CKG meliputi sekolah, lingkungan permukiman, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, hingga perusahaan swasta. Pemeriksaan kesehatan gratis juga dilaksanakan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.

Program tersebut turut menyasar pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), anggota Polri, TNI, aparat penegak hukum, hingga pengurus dan anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Strategi jemput bola menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan.

"Kami tidak menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi pelayanan juga kami bawa langsung ke lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga," ujarnya.

Ia berharap semakin luasnya jangkauan layanan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan deteksi dini, berbagai faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya menjadi lebih efektif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Rangkasbitung, Sudiarto Setiawan, mengatakan pelayanan CKG di wilayah kerjanya berlangsung setiap hari. Dalam sehari, Puskesmas Rangkasbitung melayani sekitar 50 hingga 70 peserta yang telah terdaftar dalam Program CKG.

Sebagian besar peserta berasal dari lingkungan permukiman masyarakat, baik di wilayah kelurahan maupun pedesaan. "Setiap hari kami melayani sekitar 50 sampai 70 peserta. Antusiasme masyarakat cukup tinggi karena mereka ingin mengetahui kondisi kesehatannya," kata Sudiarto Setiawan.

Program CKG memiliki manfaat besar dalam mendeteksi berbagai faktor risiko penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Jenis pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, pemeriksaan kesehatan jiwa, kesehatan paru-paru, hingga pengukuran lingkar perut untuk mengetahui risiko obesitas sentral.

"Melalui pemeriksaan ini kami bisa mengetahui lebih awal faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, gangguan kesehatan jiwa maupun penyakit lainnya sehingga dapat segera ditangani," ujarnya.

Ia menjelaskan, deteksi dini merupakan langkah penting dalam mencegah munculnya penyakit akut yang dapat menurunkan kualitas hidup masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, hingga kini tidak ada peserta yang harus dirujuk ke rumah sakit.

Peserta yang ditemukan mengalami gangguan kesehatan ringan langsung mendapatkan pelayanan pengobatan dan edukasi sesuai hasil pemeriksaan. Diharapkan capaian Program Cek Kesehatan Gratis terus meningkat hingga mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga budaya pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....