Dindik Lebak Imbau Sekolah Waspadai Kasus Keracunan MBG

  • 05 Okt 2025 15:38 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lebak mengimbau seluruh sekolah untuk lebih berhati-hati dan memastikan keamanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada peserta didik. Hal ini menyusul maraknya kasus keracunan MBG di sejumlah daerah.

Sekretaris Dindik Kabupaten Lebak, Maman Suryaman menyampaikan, pihaknya telah mengambil langkah antisipatif dengan mengundang para kepala sekolah untuk membahas kewaspadaan dan tata kelola distribusi makanan bergizi gratis.

“Persoalan yang berhubungan dengan kondisi tertentu berkenaan dengan pengiriman MBG ke sekolah, kita sudah sepakat agar pihak sekolah menyampaikan ke pihak pengelola SPPG. Nanti yang harus bertindak untuk memperbaiki dan sebagainya adalah pihak SPPG,” ujar Maman di Rangkasbitung, Sabtu (4/9/2025).

Baca juga: Dapur MBG Harus Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Ia menegaskan, hingga saat ini Dindik belum mengeluarkan surat edaran resmi terkait tata kelola distribusi MBG, tetapi imbauan dan arahan terus disampaikan dalam berbagai kesempatan.

“Setahu saya sebagai sekretaris, belum ada edaran khusus mengenai hal itu. Namun pada momen-momen tertentu kami selalu mengingatkan kepala sekolah dan pengawas agar memperhatikan keamanan makanan, alat, maupun kondisi sekolah,” katanya.

Maman menambahkan, meski program makanan bergizi gratis merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk mendukung gizi dan kesehatan anak didik, pelaksanaannya di daerah harus dilakukan dengan pengawasan ekstra.

Baca juga: Kawal Higienis, Distribusi MBG Kota Serang Diawasi Ketat

“Karena ini program pemerintah, tentu harus mendapatkan perhatian lebih. Jangan sampai niat baik untuk memberikan makanan sehat justru menimbulkan dampak buruk bagi anak-anak kita,” ucapnya.

Orang tua siswa mengaku khawatir dengan maraknya kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis. Ratna warga Cibadak yang anak bersekolah di SDN 1 Cibadak berharap Pemda Lebak melakukan pengawasan ketat terhadap penyediaan makanan mulai dari dapur SPPG hingga diterima anak didik.

"Karena kita enggak mau kejadian di daerah lain juga terjadi di tempat kita. Karena belum tentu standarisasi yang diterapkan di dapur SPPG sama. Pokoknya pemerintah harus awasi dengan ketat penyediaan MBG ini," kata Ratna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....