Lokakarya Kuliner Bambu Boeatan Tjibalioeng Hasilkan 10 Menu Autentik

  • 30 Jul 2024 13:25 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Lembaga Kebudayaan Ekosistem Boeatan Tjibalioeng kembali menggelar lokakarya yang fokus pada pemanfaatan tanaman bambu. Sukses menyelenggarakan Lokakarya Musik dan Residensi Seniman Musik Bambu Nusantara pada Juni-Juli 2024, kali ini mereka mencetus inovasi berbagai masakan dari bambu.

Bertajuk Lokakarya Kuliner Bambu, kegiatan yang dilakukan pada Sabtu, 27 Juli 2024 ini, melibatkan sejumlah ibu-ibu dari Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, untuk menghasilkan 10 varian makanan lezat dan autentik dari bambu. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari tajuk “Jaga Jagat: Kembali pada Bambu” yang digagas Ekosistem Boeatan Tjibalioeng sejak beberapa bulan lalu.

Baca juga: Lembaga Kebudayaan di Pandeglang Cetak 10 Perajin Alat Musik Bambu

Dipandu oleh Chef Tian Maulana, seorang pakar kuliner berpengalaman, peserta diajak untuk menggali kreativitas mereka dalam menciptakan hidangan-hidangan yang lezat dan sehat dengan memanfaatkan keberagaman bahan lokal yang ramah lingkungan.

Hasilnya sepuluh masakan dari bambu itu berhasil diolah menjadi Bongko Rebung, Lodeh Rebung Tahu Putih, Pepes Rebung, Lumpia Rebung Ayam, Bumbu Urab Rebung, Rebung Bumbu Kecap, Oseng Rebung, Rebung Ayam Suir, Bakwan Rebung, dan Onigiri Rebung Ayam.

"Kegiatan ini mendorong kreativitas dan inovasi ibu-ibu dalam menguasai gastronomi bambu. Lokakarya masakan bambu ini fokus utamanya yaitu pengembangan varian olahan masakan bambu," kata Ketua Program Jaga Jagat: Kembali pada Bambu, Farid Abeng, Selasa (30/7/2024).

Baca juga: Lokakarya Musik Bambu Boeatan Tjibalioeng Hasilkan Lima Lagu

Memanfaatkan program Dana Indonesiana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), program ini merupakan kampanye dan upaya Ekosistem Boeatan Tjibalioeng mengajak masyarakat kembali menyadari peran, fungsi, dan nilai bambu bagi kehidupan.

"Kami sangat bersemangat melihat antusiasme peserta dalam mengeksplorasi potensi bambu dalam memasak. Bambu bukan hanya sebagai bahan konstruksi, tetapi juga memiliki nilai tambah yang besar dalam konteks kuliner berkelanjutan," ujar dia.

Selain memasak, para peserta juga diberi kesempatan untuk memahami nilai-nilai keberlanjutan Ekosistem Boeatan Tjibalioeng dan bagaimana penggunaan bahan lokal seperti bambu dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Baca juga: Cara Mudah Merawat Alat Musik Bambu Ala Boeatan Tjibalioeng

Kegiatan lokakarya ini diharapkan dapat menjadi langkah yang signifikan dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan di kalangan masyarakat Cibaliung, dengan mengedepankan inovasi kuliner dengan penggunaan bahan-bahan lokal yang berkelanjutan seperti bambu.

"Semangat kolaborasi dan pengetahuan yang dipertukarkan dalam lokakarya ini diharapkan dapat terus menginspirasi masyarakat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan melalui gastronomi bambu yang lebih berkesadaran lingkungan," ucap Farid.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....