Cegah Perundungan dan Kenakalan Remaja, Polisi Sambangi SMPN 1 Angsana
- 12 Okt 2023 15:25 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Maraknya aksi perundungan dan kenakalan remaja di kalangan pelajar, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polisi dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, menyambangi SMP Negeri 1 Angsana, Kamis (12/10/2023).
Dihadapan ratusan siswa, Kapolsek Angsana, AKP Eman Rahman mengimbau pelajar untuk menjauhi tindakan perundungan maupun perilaku kenakalan remaja. Selain merugikan diri sendiri, tindakan tersebut juga akan merugikan orang lain.
Baca juga:
Marak Kasus Perundungan, Kejari Pandeglang Inisiasi JMS
"Perundungan adalah perilaku berulang yang akan merugikan atau menyakiti seseorang secara fisik, verbal, sosial, emosional, atau psikologis dalam konteks lingkungan pendidikan," katanya.
Selain itu, dia berpesan kepada tenaga pendidik untuk ikut mengawasi anak murid. Guru juga diimbau untuk mengidentifikasi gejala perundungan pada siswa-siswinya.
"Dengan mengedukasi siswa-siswi dan guru-guru tentang bahaya bullying, diharapkan akan tercipta lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung pertumbuhan anak-anak secara positif," ujarnya. "Kami berharap bahwa upaya ini akan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya dalam memerangi bullying dan melindungi generasi muda Indonesia,”
Baca juga:
Cegah Kenakalan Remaja, Orang Tua Harus Pantau Aktivitas Anak di Dunia Maya
Kepala Sekolah SMP Negeri I Angsana, Didin menjelaskan, kegiatan sosialisasi pencegahan bullying atau perundungan dan tindakan kekeras pada siswa ini, untuk mencegah adanya hal tersebut di SMP Negeri I Angsana.
"Kami dari pihak sekolah meminta kepada pihak Polsek dan Koramil untuk memberikan wawasan kaitan hukum dan peradilan anak, terutama kaitan bahayanya bullying dan kekerasan terhadap sesama kawan di sekolah," ucapnya.
Baca juga:
Polres Lebak Berikan Penyuluhan ke Sekolah Cegah Kenakalan Remaja
Didin menambahkan, pemahaman terhadap perundungan di lingkungan sekolah harus terus disosialisasikan agar sepenuhnya dapat dipahami oleh pelajar.
"Ini adalah program sekolah yang kami lakukan, untuk memberikan tambahan pendidikan dari pihak penegak hukum. Semoga dengan adanya kegiatan ini tidak ada bullying di sekolah kami," kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....