Inflasi Pandeglang Terkendali, Terendah di Banten

  • 08 Jul 2024 10:33 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang menyebutkan inflasi Pandeglang secara year-on-year (y-on-y) Juni 2024, sebesar 2,06 persen. Sementara secara month-to-month (m-to-m), terjadi deflasi sebesar 0,52 persen. Jika mengacu pada year-on-date atau enam bulan kalender terakhir, inflasi di Pandeglang hanya sebesar 1,24 persen.

Kepala BPS Pandeglang, Achmad Widijanto menerangkan, inflasi y-on-y Pandeglang, terhadap Juni 2023 dan Juni 2024 yang tercatat sebesar 2,06 persen, menjadi yang terendah di Provinsi Banten.

Baca juga: Jengkol dan Kopi Bubuk Penyumbang Inflasi Terbesar di Pandeglang

“Disusul oleh Kabupaten Lebak sebesar 2,1 persen, Kota Serang 2,64 persen, dan Kota Tangerang 2,95 persen. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Kota Cilegon dengan nilai 3,2 persen,” katanya dalam siaran pers yang dikutip RRI, Senin (8/7/2024).

Dia menilai, inflasi di Pandeglang pada Juni kemarin, dianggap masih terkendali dan sesuai target. Sebab pemerintah menargetkan untuk menjaga inflasi dikisaran 2,5 persen. “Kita ketahui bahwasanya target pemerintah untuk menjaga inflasi ini adalah dikisaran 2,5 persen sehingga masih dalam ring target dari pemerintah,” ujarnya.

Namun begitu, jika dilihat secara m-to-m, inflasi Pandeglang bulan Juni dibanding Mei yang tercatat 0,52 persen, masih kalah tipis dengan Lebak yang mencatatkan inflasi m-to-m sebesar 0,56 persen.

Baca juga: Mengenal Inflasi dan Cara Penanganannya

Widijanto mengungkakan, penyumbang utama deflasi bulan Juni 2024 terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang mana mempunyai andil inflasi sebesar 0,59 persen. Komoditas utama penyumbang deflasinya antara lain tomat, bawang merah, telur ayam ras, ikan mas, dan ikan kembung.

“Sementara jika melihat secara year-on-year, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, juga menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil 1,07 persen. Komoditas penyumbang utamanya kopi bubuk, daging ayam ras, tomat, emas perhiasan, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, padi, dan martabak,” ucap dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....