Warga Mulai Keluhkan Dampak Geopolitik Dunia hingga ke Daerah

  • 26 Mei 2026 06:12 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kondisi ekonomi dunia yang tengah bergejolak mulai memberikan dampak terhadap berbagai negara, termasuk d Kabupaten Lebak. Ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur membuat banyak sektor ekonomi mengalami tekanan. Situasi tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Inflasi global yang belum sepenuhnya terkendali menyebabkan harga kebutuhan pokok dan energi mengalami fluktuasi yang tidak menentu. Di Indonesia masyarakat mulai merasakan perubahan kondisi ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.

Harga sejumlah kebutuhan meningkat sementara pendapatan sebagian warga justru mengalami penurunan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi perhatian publik.

Di media sosial, berbagai spekulasi bermunculan terkait potensi pelemahan rupiah hingga menyentuh angka Rp17 ribu per dolar AS. Pemerintah pun terus melakukan berbagai langkah efisiensi di sejumlah sektor guna menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tetap bertahan di tengah tekanan global.

Langkah efisiensi tersebut dinilai penting untuk mengendalikan pengeluaran negara dan menjaga keseimbangan fiskal di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Namun demikian, dampak perlambatan ekonomi dirasakan berbeda oleh setiap lapisan masyarakat.

Sebagian warga mengaku mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat meningkatnya biaya hidup. Keluhan masyarakat tidak hanya terdengar di wilayah perkotaan, tetapi juga mulai dirasakan hingga ke pelosok desa.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Banyak warga mengaku pendapatan mereka semakin menurun, sementara kebutuhan rumah tangga terus mengalami pembengkakan dari waktu ke waktu.

Meski demikian, di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit, sebagian masyarakat lainnya masih terlihat menjalani kehidupan seperti biasa. Fenomena masyarakat yang tetap santai menikmati waktu di pusat hiburan hingga kafe menjadi perbincangan di tengah publik.

Tidak sedikit warga yang menilai dampak penurunan ekonomi nasional belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebagian kalangan ekonomi menengah ke atas dinilai masih mampu mempertahankan gaya hidup mereka karena memiliki kondisi finansial yang relatif stabil.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dita, salah seorang warga Kabupaten Lebak. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini ibarat dua sisi mata uang yang dirasakan berbeda oleh masyarakat.

“Kalau masyarakat ekonomi menengah ke atas mungkin tidak terlalu merasakan dampaknya, karena kondisi keuangan mereka masih stabil,” ujar Dita, di Rangkasbitung, Senin, 25 Mei 2026.

Ia menilai, dampak efisiensi dan perlambatan ekonomi justru paling dirasakan oleh masyarakat kecil dan kelompok ekonomi menengah ke bawah. “Yang paling terasa itu masyarakat kecil. Pendapatan menurun, tapi kebutuhan terus naik,” katanya.

Menurut Dita, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran rumah tangga. Ia berharap pemerintah dapat terus menjaga kestabilan ekonomi nasional agar kondisi masyarakat tidak semakin terbebani.

Senada dengan Dita, Roy, warga Lebak lainnya, juga mengakui tekanan ekonomi saat ini lebih banyak dirasakan masyarakat bawah. “Kalau dilihat sekarang, yang benar-benar merasakan susah itu masyarakat menengah ke bawah. Sementara yang ekonominya sudah mapan masih bisa hidup seperti biasa,” kata dia.

Roy mengatakan, kondisi global yang sedang memanas turut memengaruhi perekonomian nasional. Termasuk harga kebutuhan pokok di masyarakat.

Ia berharap konflik geopolitik dunia dapat segera mereda sehingga kondisi ekonomi internasional kembali stabil. “Harapannya situasi dunia segera membaik supaya ekonomi Indonesia juga kembali normal dan masyarakat bisa hidup lebih tenang,” ujarnya.

Masyarakat kini berharap pemerintah mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Dengan kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, warga berharap adanya solusi nyata agar kesejahteraan masyarakat dapat kembali meningkat di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....