Srikandi PLN Banten Tegaskan Komitmennya Cegah Stunting
- 14 Mar 2024 17:14 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Pegawai perempuan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten yang tergabung dalam Srikandi PLN, kembali menyalurkan bantuan kepada ibu hamil dan balita sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak, terutama dalam upaya mencegah stunting.
Kali ini bantuan difokuskan kepada ibu hamil dan balita di wilayah Banten Selatan, tepatnya di Desa Tambakjaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Sebanyak 80 balita dan 20 ibu hamil menjadi sasaran program bertajuk ‘Srikandi Movement’ ini.
Baca juga:
Pemkab Pandeglang Tetapkan 10 Lokus Baru Penanganan Stunting 2024
Balita dan ibu hamil tersebut di bawah 4 balai penyuluh dan 12 kader yang ikut berperan serta selama 6 bulan untuk mendapatkan perhatian kesehatan. Kader-kader ini bertugas untuk melakukan pendampingan, penyuluhan kebutuhan gizi dan penyerahan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
General Manager PLN UID Banten, Abdul Mukhlis menerangkan, bantuan yang digulirkan ini sejalan dengan program pemerintah dalam menurunkan angka prevalensi stunting.
“Sejalan dengan program pemerintah untuk mencegah dan mengatasi stunting, Srikandi PLN Banten melalui PLN Peduli menyalurkan bantuan kepada ibu hamil dan bayi di wilayah Banten Selatan,” kata dia, Kamis (14/3/2024).
Baca juga:
69.902 Keluarga di Pandeglang Berisiko Stunting
Namun Abdul Mukhlis menjelaskan, program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) pengentasan stunting yang dilaksanakan kali ini sedikit berbeda. Program tersebut dijalankan secara simultan dalam jangka waktu enam bulan berkesinambungan sejak Desember 2023 hingga Mei 2024.
“Program pencegahan stunting merupakan wujud komitmen PLN untuk turut serta berkontribusi secara langsung dalam pencegahan stunting yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG’s) pada tujuan pembangunan berkelanjutan kedua yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi serta mencapai ketahanan pangan,” ucap dia.
PLN menilai persoalan stunting perlu menjadi perhatian, karena data menunjukkan, dari 80 balita yang mengalami stunting, rata-rata 68 persen diantaranya telah mengalami peningkatan berat dan tinggi badan pada bulan kedua program.
Baca juga:
Pola Asuh Ortu Berperan Penting Atasi Stunting
Sementara dari 20 ibu hamil, terdapat 7 ibu hamil yang sudah melahirkan dengan kondisi bayi yang ideal sesuai tabel Badan kesehatan dunia WHO.
"Untuk melihat perkembangan balita stunting dan ibu hamil yang mendapatkan bantuan dibutuhkan waktu minimal 6 bulan. Program ini baru berjalan 3 bulan dan akan terus berlanjut sampai Mei 2024. Kami akan terus memonitor dampak dari bantuan yang disalurkan dan tak lupa terima kasih pada para pemangku kepentingan yang terlibat sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Abdul Mukhlis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....