69.902 Keluarga di Pandeglang Berisiko Stunting
- 08 Mar 2024 11:16 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang mencatat, sebanyak 69.902 keluarga di Pandeglang terdeteksi berisiko stunting.
Keluarga berisiko stunting dalam keluarga adalah anak remaja putri, calon pengantin, dan ibu hamil. Termasuk juga anak usia 0 hingga 23 bulan yang berasal dari keluarga miskin.
Baca juga:
Tekan Stunting, Pemkab Pandeglang Sinergi dengan Tanoto Foundation
“Ada sekitar 69.902 anggota keluarga yang berisiko stunting tersebar di 35 kecamatan, sedangkan yang menjadi lokus stunting terdapat di sepuluh desa,” kata Kepala DP2KBP3A, Achmad Saepudin, Kamis (7/3/2024).
Saepudin menjelaskan, sebagai upaya percepatan penurunan stunting, Pemerintah Daerah menggagas beberapa program kerja.
“Diantaranya peningkatan kapasitas kader dengan memberikan pelatihan terhadap Tim Pendamping Keluarga (TPK) tentang edukasi terhadap sasaran pendampingan kepada calon pengantin, Ibu hamil, Baduta dan Balita,” ujar dia.
Baca juga:
Stunting di Pandeglang Ditargetkan Turun 14 Persen Dalam 3 Tahun
Selain itu, pemberian makanan tambahan bergizi dan seimbang. Kegiatan ini dilakukan terhadap Ibu hamil dan balita stunting disepuluh yang menjadi lokus stunting, sosialisasi dan edukasi.
“Lalu pembentukan Tim TPPS dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa dan kegiatan-kegiatan lainya yang dilaksanakan oleh OPD maupun bantuan dari pihak swasta,” ucap Saepudin.
Baca juga:
Keluarga Berisiko Stunting di Kabupaten Tangerang Turun 118 Ribu Kasus
Dia menyebut, angka stunting di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2022 turun menjadi 29,4 persen. Pihaknya menargetkan tahun 2023 bisa menurun sebesar 6 persen menjadi 23,4 persen.
“Akan tetapi hasil tersebut masih menunggu launching hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang sampai saat ini belum ada, sedangkan jika melihat untuk target nasional tahun 2024 sebesar 14 persen,” kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....