Sachrudin Inginkan CKG di Kota Tangerang Tak Berhenti pada Pemeriksaan
- 06 Okt 2026 07:44 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Tangerang - Wali Kota Tangerang, Sachrudin menegaskan Cek Kesehatan Gratis tidak boleh berhenti pada pemeriksaan. Hasilnya harus menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya, baik pengobatan, pemantauan, maupun upaya menjaga kesehatan.
“Cek Kesehatan Gratis ini bukan sekadar mengetahui, tapi bagaimana kita mengatasinya. Setelah tahu penyakitnya, harus ditindaklanjuti dan diobati. Sedangkan bagi yang sehat, semakin tahu bagaimana menjaganya,” ujar Sachrudin saat mendampingi Kunjungan Kerja Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dalam rangka Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), bersama Wakil Gubernur Banten, di RSUP Sitanala, Neglasari, Senin 5 Oktober 2026.
Menurutnya, semakin cepat gangguan kesehatan diketahui, semakin besar peluang penanganan dilakukan lebih awal. Karena itu, Pemkot Tangerang terus mendorong layanan kesehatan yang mudah diakses dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui pendekatan jemput bola agar masyarakat lebih mudah memanfaatkan CKG.
“Jangan sampai masyarakat harus datang jauh-jauh untuk mendapatkan layanan. Kita yang harus lebih dekat kepada masyarakat. Karena itu, upaya jemput bola yang dilakukan jajaran Dinkes penting agar CKG menjangkau lebih banyak warga dan semakin banyak yang memanfaatkannya,” ujar Sachrudin seraya menambahkan program ini dapat mendorong tingginya partisipasi masyarakat dalam CKG.
| Baca juga: Atasi Pikiran Sulit Tenang saat Istirahat |
Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah pun turut mengapresiasi capaian Kota Tangerang yang telah melampaui satu juta peserta dari target sekitar 1,9 juta penduduk. “Partisipasi CKG di Kota Tangerang sudah melampaui satu juta orang. Ini menunjukkan upaya pemerintah daerah menjangkau dan mengajak masyarakat berjalan baik. CKG penting karena mendorong masyarakat menjaga kesehatan sebelum sakit,” ujar Dimyati.
Ia menilai, pendekatan preventif seperti CKG penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk mulai menjaga kesehatan. “Kalau masyarakat sehat, ia dapat bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan seterusnya. Dan alhamdulillah Kota Tangerang partisipasinya sangat tinggi juga, berkat peran Pemkot-nya yang gencar mengampanyekan ini,” katanya.
Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan CKG oleh Kementerian Kesehatan. Banten secara statistik berada di peringkat kedua nasional dalam pelaksanaan CKG. Menurutnya, pengalaman pelaksanaan CKG di Banten dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan untuk memperkuat program di daerah lain.
“Provinsi Banten ini secara statistik peringkat dua nasional dalam pelaksanaan program CKG. Kita berharap hasil pertemuan ini menjadi masukan bagi Komite III, sekaligus langkah konkret bagi daerah lain di Indonesia,” pucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....