Atasi Pikiran Sulit Tenang saat Istirahat

  • 21 Jul 2026 16:04 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Waktu istirahat seharusnya menjadi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk memulihkan energi setelah berbagai aktivitas sepanjang hari.
  • Banyak orang kesulitan berhenti berpikir saat istirahat karena pikiran terus berpindah dari satu hal ke hal lain tanpa henti.
  • Pikiran yang terus aktif memikirkan pekerjaan, tanggung jawab, dan persoalan pribadi menyebabkan istirahat terasa kurang berkualitas dan tubuh bangun dalam keadaan lelah.

RRI.CO.ID, Serang – Waktu istirahat seharusnya menjadi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk memulihkan energi setelah menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari. Namun, tidak sedikit orang justru merasa sulit benar-benar tenang karena pikiran terus berpindah dari satu hal ke hal lain tanpa henti.

Kondisi tersebut sering membuat seseorang tetap memikirkan pekerjaan, tanggung jawab, maupun berbagai persoalan pribadi meski tubuh sudah berhenti beraktivitas. Akibatnya, waktu istirahat terasa kurang berkualitas sehingga tubuh bangun dalam keadaan masih lelah dan kurang bersemangat.

Seorang Psikolog asal Kota Serang, Lian mengatakan, pikiran yang terus aktif saat beristirahat umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari stres, kecemasan, hingga kelelahan fisik maupun mental. "Semakin seseorang memaksakan diri untuk berhenti berpikir, justru pikiran sering kali semakin sulit dikendalikan sehingga tubuh membutuhkan cara yang tepat untuk benar-benar rileks," ujarnya kepada RRI pada Selasa, 21 Juli 2026.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan ialah meluangkan waktu beberapa menit untuk melakukan relaksasi sebelum beristirahat. Latihan pernapasan dalam, meditasi ringan, maupun yoga dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks sekaligus mengurangi ketegangan yang menumpuk sepanjang hari.

Selain itu, penggunaan ponsel maupun perangkat elektronik juga sebaiknya mulai dibatasi, terutama menjelang waktu tidur. Paparan cahaya dari layar gawai dapat membuat otak tetap aktif sehingga seseorang menjadi lebih sulit merasa mengantuk dan benar-benar beristirahat.

Di samping mengurangi penggunaan gawai, menciptakan suasana kamar yang nyaman juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Ruangan yang tenang, pencahayaan redup, serta suhu yang sejuk dapat membantu tubuh mengenali bahwa sudah waktunya untuk beristirahat.

Membangun rutinitas tidur yang teratur juga menjadi kebiasaan baik yang dapat membantu mengembalikan ritme alami tubuh. Tidur dan bangun pada jam yang relatif sama setiap hari membuat tubuh lebih mudah beradaptasi sehingga kualitas istirahat dapat meningkat.

Tak hanya itu, konsumsi kopi, teh, minuman berenergi, maupun sumber kafein lainnya sebaiknya mulai dikurangi ketika memasuki sore hingga malam hari. Kandungan kafein dapat bertahan selama beberapa jam di dalam tubuh sehingga membuat pikiran tetap terjaga dan rasa kantuk datang lebih lambat.

Apabila pikiran masih terus dipenuhi berbagai hal yang mengganggu, menuliskannya pada buku catatan juga dapat menjadi solusi sederhana. Cara tersebut membantu mengurangi beban pikiran karena berbagai hal yang sebelumnya terus berputar di kepala telah dituangkan dalam bentuk tulisan.

Namun, jika kondisi tersebut disertai sulit tidur, rasa cemas berlebihan, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter maupun psikolog. Penanganan yang tepat dapat membantu menemukan penyebabnya sehingga kualitas istirahat dan kesehatan mental tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....