Stunting di Lebak 32,4 Persen, Pemkab Genjot Pencegahan Dini

  • 14 Sep 2026 12:28 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Prevalensi stunting di Kabupaten Lebak masih tinggi mencapai 32,4 persen, menunjukkan tantangan kesehatan gizi yang serius di wilayah tersebut.
  • Dinas DP3AP2KB Kabupaten Lebak memprioritaskan langkah pencegahan stunting daripada hanya menangani kasus anak yang sudah mengalami kondisi tersebut.
  • Data survei terbaru menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengidentifikasi bahwa stunting masih menjadi pekerjaan rumah besar yang memerlukan strategi komprehensif.

RRI.CO.ID, Lebak - Prevalensi stunting atau tengke sdi Kabupaten Lebak masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Berdasarkan data survei terbaru, angka kasus tengkes di wilayah ini masih bertengger di angka 32,4 persen.

Melihat angka tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak, memilih menggenjot langkah pencegahan ketimbang sekadar menangani anak yang sudah terlanjur terkena stunting.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB DP3AP2KB Lebak, Tuti Nurasiah mengatakan, intervensi difokuskan langsung pada kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, serta keluarga prasejahtera.

"Penanganan kasus stunting di Lebak hingga kini terus berjalan, tapi bentuknya lebih diprioritaskan pada pencegahan kepada kelompok berisiko," ujar Tuti, Senin, 14 September 2026.

Tuti menjelaskan, keluarga berisiko tengkes tidak hanya diukur dari kemampuan ekonomi semata. Faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari juga memegang peran krusial, seperti ketiadaan sumber air bersih yang layak serta minimnya kepemilikan jamban sehat.

Sanitasi yang buruk terbukti memicu berbagai penyakit berulang yang pada akhirnya mengganggu tumbuh kembang anak. Selain itu, pemenuhan nutrisi dan pola pengasuhan yang tepat sejak dalam kandungan juga wajib diperhatikan oleh para orang tua.

"Risiko stunting ini tidak hanya terkait gizi. Keluarga yang secara ekonomi mencukupi pun tetap harus memperhatikan asupan makanan dan pola pengasuhan anak," ucap dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....