Pola Asuh Otoriter Pengaruhi Perkembangan Emosi dan Sosial Anak

  • 21 Jun 2026 20:36 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Pola asuh otoriter dalam keluarga masih sering ditemui di berbagai lingkungan, terutama pada keluarga yang menekankan kepatuhan anak secara ketat. Pola ini umumnya ditandai dengan aturan yang kaku, kontrol tinggi, serta minim ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapatnya.

Dalam praktiknya, pola asuh otoriter sering membuat anak berada dalam situasi penuh tekanan karena harus selalu mengikuti aturan tanpa penjelasan yang memadai. Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan emosi, kemampuan sosial, kemandirian, hingga cara anak mengambil keputusan di kemudian hari.

Seorang Psikolog asal Kota Serang, Lian, menjelaskan bahwa pola asuh otoriter dapat berdampak langsung pada perkembangan emosi anak sejak usia dini. “Anak cenderung menahan emosi, takut salah, dan sulit mengekspresikan pendapatnya secara terbuka,” ujarnya kepada RRI pada Minggu, 21 Juni 2026.

Menurutnya, dalam aspek perkembangan sosial, anak berisiko mengalami kesulitan dalam membangun hubungan dengan teman sebaya karena terbiasa berada dalam tekanan aturan yang ketat. Selain itu, anak juga dapat menjadi kurang percaya diri saat harus berinteraksi di lingkungan baru.

Dari sisi kemandirian, anak dengan pola asuh otoriter cenderung bergantung pada arahan orang tua dalam mengambil keputusan sederhana. Hal ini terjadi karena anak jarang diberi kesempatan untuk mencoba, memilih, atau bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

Dalam aspek perkembangan kognitif, tekanan yang berlebihan juga dapat membuat anak lebih fokus pada rasa takut salah dibandingkan proses belajar itu sendiri. Akibatnya, kreativitas dan keberanian untuk mengeksplorasi hal baru bisa terhambat dalam jangka panjang.

Lian menambahkan, komunikasi dalam keluarga menjadi kunci penting untuk meminimalkan dampak tersebut. Orang tua perlu memberi ruang dialog agar anak merasa dihargai sekaligus belajar memahami batasan secara sehat.

Selain itu, keseimbangan antara ketegasan dan kehangatan perlu diterapkan agar anak tetap memiliki struktur, namun tidak merasa tertekan secara emosional. Pendekatan ini dinilai lebih mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Memahami dampak pola asuh menjadi langkah penting bagi orang tua dalam mendukung perkembangan anak sejak dini. Dengan pendekatan yang seimbang, anak dapat tumbuh lebih percaya diri, mandiri, dan memiliki kemampuan sosial yang baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....