Periode Emas Jadi Penentu Kesembuhan Pasien Stroke
- 26 Jun 2026 12:36 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Penanganan cepat menjadi faktor utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien stroke. Masyarakat diimbau segera membawa pasien ke rumah sakit ketika muncul gejala stroke agar memperoleh penanganan pada masa periode emas (golden period), yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.
Kepala Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hermina Cilegon, Muhammad Fahmi mengatakan, gejala stroke yang perlu dikenali sejak dini meliputi wajah mencong, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo, gangguan penglihatan, penurunan keseimbangan, hingga sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba. Seluruh gejala tersebut memerlukan penanganan medis sesegera mungkin agar peluang pemulihan pasien semakin besar.
| Baca juga: Pola Makan saat Lebaran Picu Risiko Penyakit |
"Ketika stroke ini muncul, gejala ini muncul ketika sudah muncul period-nya yaitu kurang dari 4 setengah jam itu kita punya target terapi yang cukup baik sebetulnya dan sudah menyebar seluruh Indonesia," ucap Fahmi dalam dialog Indonesia Sehat bersama RRI Pro1 Banten, Jumat, 26 Juni 2026.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, pasien yang datang ke rumah sakit dalam kurun waktu tersebut akan menjalani pemeriksaan untuk menentukan apakah memenuhi kriteria terapi yang dapat meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus menurunkan risiko kecacatan. Sebaliknya, pasien yang datang terlambat tetap akan mendapatkan perawatan, namun membutuhkan proses rehabilitasi yang lebih panjang.
Selain mengenali gejala, masyarakat juga diminta menghindari tindakan yang justru dapat memperlambat penanganan, seperti memijat pasien, mengerok tubuh, atau menunda membawa pasien ke rumah sakit. Menurut Fahmi, tindakan tersebut tidak memberikan manfaat dalam penanganan stroke dan justru dapat membuat waktu emas terlewat.
| Baca juga: Waspada Penyakit Leptospirosis saat Banjir |
Ia juga mengingatkan keluarga agar tidak langsung memberikan makanan atau minuman kepada pasien stroke sebelum mendapatkan pemeriksaan medis. Langkah tersebut penting karena pasien dapat mengalami gangguan menelan yang berisiko menyebabkan cairan atau makanan masuk ke saluran napas.
"Jadi yang ketika didapatkan di rumah atau di mana pun itu berada pasien stroke dihindari untuk makan atau minum sampai dengan berobat ke rumah sakit," katanya.
Fahmi menambahkan, pasien yang melewati masa golden period masih memiliki peluang untuk membaik melalui pengobatan, rehabilitasi medis, serta dukungan keluarga. Program rehabilitasi dilakukan secara bertahap untuk membantu memulihkan fungsi tubuh dan mengurangi tingkat kecacatan setelah serangan stroke.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali tanda-tanda stroke sejak dini dan tidak menunda mencari pertolongan medis. Penanganan yang cepat menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus menekan risiko kecacatan akibat stroke.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....