Waspada Penyakit Leptospirosis saat Banjir
- 14 Jan 2026 16:05 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Musim hujan yang disertai banjir meningkatkan risiko berbagai penyakit, salah satunya leptospirosis. Penyakit ini kerap muncul saat masyarakat beraktivitas di lingkungan yang tergenang air banjir dan kurang menjaga kebersihan diri.
Kepala Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Hermina Ciruas, Restu Purwahadi menjelaskan, leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui air yang terkontaminasi urin hewan terinfeksi.
Baca juga: Dinkes Kota Serang Waspadai Penyakit Pascabanjir
| Baca juga: Kenali Gejala Perbedaan Campak dan Flu |
“Leptospirosis itu ditularkan melalui kencing hewan yang terinfeksi bakteri leptospira. Biasanya dari tikus, tapi bisa juga dari sapi atau anjing, lalu mengontaminasi air genangan atau air banjir,” ujarnya, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurut Restu, risiko penularan meningkat ketika seseorang memiliki luka terbuka di kulit dan terpapar air banjir. Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pada kulit.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya anak muda yang sering beraktivitas di luar rumah, untuk tidak menyepelekan paparan air banjir. “Alangkah baiknya setelah beraktivitas di luar rumah, apalagi kena hujan atau banjir, langsung membersihkan diri. Perilaku hidup bersih dan sehat itu kunci,” kata Restu.
Baca juga: Meluas, 2.816 Jiwa Terdampak Banjir di Kota Serang
Selain menjaga kebersihan, daya tahan tubuh juga perlu diperkuat dengan pola makan bergizi, istirahat cukup, serta konsumsi vitamin bila diperlukan. Ia juga mengingatkan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang tidak membaik dalam beberapa hari.
Dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, risiko leptospirosis dan penyakit lain saat banjir dapat diminimalkan, sehingga masyarakat tetap sehat di tengah musim hujan. (Bachtiar Rahadi).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....