Dokter Ingatkan Masyarakat Waspadai Nyeri Perut Hebat
- 10 Jun 2026 08:28 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Masyarakat diminta lebih waspada terhadap keluhan nyeri perut yang muncul secara bertahap karena dapat menjadi tanda radang usus buntu atau apendisitis. Penyakit ini tidak terjadi secara mendadak, tetapi berkembang dari peradangan yang semakin memburuk hingga berisiko menyebabkan pecahnya usus buntu apabila terlambat ditangani.
Dokter Spesialis Bedah Umum Rumah Sakit Hermina Ciruas, Adrian Azhar menjelaskan, usus buntu merupakan peradangan pada umbai cacing yang berada di perut kanan bawah. Kondisi tersebut umumnya terjadi akibat adanya sumbatan pada saluran usus buntu yang memicu infeksi dan pembengkakan.
Ia menerangkan, proses penyakit biasanya diawali oleh sumbatan yang menyebabkan cairan di dalam usus buntu tidak dapat keluar. Akibatnya, tekanan di dalam usus buntu meningkat dan memicu pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan infeksi.
Seiring berjalannya waktu, pembengkakan yang terjadi dapat menghambat aliran darah ke jaringan usus buntu. Jika kondisi itu terus berlanjut, jaringan akan mengalami kerusakan hingga kematian sel yang pada akhirnya dapat menyebabkan usus buntu pecah.
“Yang kita takutkan pada pasien usus buntu yang dibiarkan dan tidak mendapat pengobatan maksimal adalah usus buntunya pecah. Itu lebih memperburuk keadaan penderita,” katanya dalam dialog Kentongan Tanggap Bencana RRI Pro 1 Banten, Selasa 9 Juni 2026.
Menurut Adrian, gejala awal yang perlu diwaspadai adalah nyeri di sekitar pusar yang kemudian berpindah ke ulu hati dan menetap di perut kanan bawah. Keluhan tersebut sering disertai demam, mual, penurunan nafsu makan, serta nyeri yang semakin berat dari waktu ke waktu.
Ia menegaskan masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami nyeri perut kanan bawah yang menetap dan disertai gejala lain. Penanganan yang cepat dinilai penting untuk mencegah komplikasi serius akibat pecahnya usus buntu yang dapat memperberat proses pengobatan dan pemulihan pasien.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....