Skrining SHK Cegah Gangguan Tumbuh Kembang Anak

  • 25 Mei 2026 11:40 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang menegaskan pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi bayi baru lahir. Skrining itu sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah gangguan tumbuh kembang dan retardasi mental pada anak.

Tim Kerja Kesehatan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Dede Ropiah menjelaskan, SHK merupakan pemeriksaan yang dilakukan pada bayi usia 42 hingga 72 jam setelah lahir untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan hormon tiroid bawaan.

“SHK ini salah satu pencegahan agar kita lebih dini mengetahui bayi ini sehat atau tidak. Karena hipotiroid kongenital dapat menyebabkan retardasi mental pada anak yang sebenarnya bisa dicegah,” ujar Dede dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banten, Senin 25 Mei 2026.

Menurutnya, bayi dengan hipotiroid kongenital umumnya tampak normal saat lahir sehingga sulit dikenali secara fisik. Gejala baru terlihat setelah satu bulan, seperti lidah membesar, kuning berkepanjangan, sulit menyusu, hingga pertumbuhan lambat.

Ia mengatakan keterlambatan penanganan dapat berdampak pada rendahnya IQ anak serta memicu stunting. Karena itu, terapi harus segera dilakukan sebelum bayi berusia 14 hari apabila hasil skrining menunjukkan positif.

Jika ditemukan indikasi kelainan, bayi akan dipanggil kembali untuk menjalani pemeriksaan lanjutan melalui pengecekan beberapa parameter, seperti kadar TSH (Thyroid Stimulating Hormone). Apabila hasil konfirmasi menunjukkan positif, bayi akan segera mendapatkan terapi hormon yang harus dijalani seumur hidup.

“Kalau terlambat diterapi, outcome-nya akan berbeda. Anak yang diterapi dengan yang tidak diterapi itu terlihat jelas perbedaan tinggi badan, IQ, dan tumbuh kembangnya,” katanya.

Pemerintah saat ini telah memfasilitasi pemeriksaan SHK secara gratis melalui Puskesmas, rumah sakit, hingga klinik persalinan yang bekerja sama dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dinkes berharap masyarakat tidak menolak pemeriksaan karena manfaatnya jauh lebih besar bagi masa depan anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....