Kualitas Gizi Ibu Hamil Jadi Kunci Pencegahan Stunting

  • 09 Des 2025 18:08 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Kesehatan ibu hamil menjadi faktor utama dalam pencegahan stunting, mengingat fase terpenting tumbuh kembang anak dimulai sejak dalam kandungan. Penyuluh KB (Keluarga Berencana) Kecamatan Baros, Raden Ifa Khalifah Fitriani, menegaskan gizi ibu pada masa kehamilan sangat menentukan kualitas pertumbuhan janin dan risiko terjadinya stunting.

Ifa menjelaskan, banyak kasus stunting berawal dari anemia pada ibu hamil akibat kurangnya konsumsi zat besi. Ia mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan, minimal setiap bulan hingga usia kandungan sembilan bulan. “Yang sering terjadi adalah ibu hamil minum tablet tambah darah tapi kemudian meminum teh. Tanin dalam teh mengikat zat besi sehingga tidak terserap,” ujarnya dalam Dialog Pro 1 RRI Banten, Selasa (12/9/2025).

Selain anemia, asupan makanan harian ibu hamil juga menjadi faktor krusial. Pada trimester pertama, ibu sering mengalami mual, namun tetap perlu mengupayakan konsumsi makanan bergizi seimbang. “Apa pun yang dikonsumsi ibu akan menjadi nutrisi bagi janin. Jadi meski mual, tetap harus memperhatikan gizi,” ucapnya.

Ia menekankan pencegahan stunting dimulai sejak hari pertama kehamilan. ASI setelah bayi lahir, pemberian MPASI tepat pada usia enam bulan, hingga pengaturan pola makan hingga dua tahun adalah rangkaian proses yang menentukan keberhasilan tumbuh kembang anak. Karenanya, pemahaman orang tua tentang kebutuhan gizi menjadi sangat penting.

Ifa juga menyoroti peran lemak dan protein hewani dalam masa tumbuh kembang anak. Lemak berfungsi sebagai jembatan penyerapan vitamin, sementara protein hewani seperti ikan, daging, dan telur merupakan sumber zat besi dan zinc yang sangat dibutuhkan otak dan tubuh.

Melalui pemahaman tersebut, ia berharap masyarakat, khususnya ibu hamil, dapat lebih memperhatikan kesehatan diri dan bayi sejak dalam kandungan. Pemantauan kehamilan yang rutin dan pola makan seimbang dinilai mampu memberikan kontribusi besar dalam menurunkan risiko stunting. (Kartika Rahmi Wijayanti)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....