Skrining Kanker Serviks Sasar Wanita Usia Produktif di Pandeglang

  • 26 Apr 2026 11:47 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang memperkuat deteksi dini kanker serviks dengan meluncurkan layanan skriningprosedur medis untuk mendeteksi materi genetik (DNA) dari virus Human Papillomavirus atau Virus Papiloma Manusia (HPV) dalam sel serviks atau leher rahim bagi perempuan berusia 30 hingga 69 tahun. Metode skrining ini difokuskan untuk mendeteksi keberadaan virus Human Papillomavirus di dalam rahim secara lebih akurat dibandingkan metode konvensional lainnya. Pemeriksaan tersebut memprioritaskan wanita dalam rentang usia produktif guna menurunkan risiko kematian akibat kanker leher rahim yang sering kali terlambat terdeteksi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Dian Handayani menjelaskan bahwa skrining ini merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan bagi kelompok yang sudah aktif secara seksual. Berbeda dengan vaksinasi yang bersifat pencegahan primer bagi anak sekolah, Ia mengatakan skrining DNA HPV berfungsi sebagai pemantauan kesehatan bagi wanita dewasa.

"Di usia dewasa, umur 30 sampai 69 tahun, kita periksa apakah di dalam rahim perempuan itu ada virus HPV atau tidak melalui skrining DNA HPV," ucap Dian, Sabtu 25 April 2026.

Biaya vaksinasi HPV yang tergolong tinggi bagi jalur mandiri menjadi salah satu alasan pemerintah memfokuskan program gratis saat ini khusus bagi perempuan. Meskipun virus HPV juga dapat hidup di tubuh laki-laki dan ditularkan melalui hubungan seksual, kebijakan nasional saat ini dikatakan Dian masih memprioritaskan wanita sebagai penerima manfaat utama program pemerintah.

Masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin HPV di luar sasaran anak sekolah tetap diperbolehkan, namun dengan skema pembiayaan secara mandiri. Dinas Kesehatan mencatat bahwa vaksinasi tetap bermanfaat bagi orang dewasa, meskipun tingkat efektivitasnya tidak setinggi mereka yang belum pernah melakukan kontak seksual. Oleh karena itu, skrining rutin dinilai Dian menjadi alternatif paling efektif bagi wanita dewasa untuk tetap memantau kondisi kesehatan rahim secara berkala.

Pihak puskesmas di seluruh wilayah Pandeglang pun kini disebut Dian mulai gencar mempromosikan layanan skrining ini kepada para ibu dan wanita usia produktif melalui media sosial dan penyuluhan langsung.

Menurut Dian Kanker serviks sendiri menempati urutan kedua sebagai kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia dengan angka kematian yang cukup signifikan. Berdasarkan data nasional, diperkirakan terdapat puluhan ribu kasus baru setiap tahunnya akibat rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin.

"Vaksin HPV ini sementara hanya untuk perempuan saja karena keterbatasan dan harganya mahal kalau beli mandiri. Padahal laki-laki juga bisa membawa virus tersebut lewat hubungan seksual," katanya.

Kehadiran program skrining DNA HPV diharapkannya mampu mengubah paradigma masyarakat mengenai pentingnya pencegahan daripada pengobatan. Dinas Kesehatan berharap cakupan pemeriksaan ini dapat terus meluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Pandeglang guna memberikan rasa aman bagi kaum perempuan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....