Tantangan Dokter Keluarga dalam Mengedukasi Kesehatan Masyarakat

  • 08 Mei 2026 13:33 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Dokter keluarga menghadapi tantangan besar dalam mengedukasi masyarakat terkait pola hidup sehat dan perubahan perilaku kesehatan. Perbedaan tingkat pendidikan serta pola pikir masyarakat menjadi hambatan utama dalam proses pendampingan pasien dan keluarga.

Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer RS Jannah, Sukma Agung Purbowo mengatakan, sebagian masyarakat masih menganggap kebiasaan tidak sehat sebagai hal biasa karena belum merasakan dampak penyakit secara langsung. Kondisi tersebut membuat proses edukasi membutuhkan waktu panjang.

“Kadang masyarakat merasa baik-baik saja, padahal penyakit itu berjalan dan berproses meskipun belum muncul gejalanya,” ujarnya dalam program Indonesia Sehat RRI Banten, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurutnya, dokter keluarga tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga harus membangun kesadaran pasien mengenai pentingnya perilaku hidup sehat. Pendekatan personal menjadi kunci agar pasien memahami risiko penyakit yang dapat muncul akibat kebiasaan buruk seperti merokok atau kurang menjaga kebersihan.

Selain itu, tantangan lain muncul dari masyarakat yang sebenarnya sudah sadar pentingnya hidup sehat, namun tidak mengetahui cara menerapkannya. Kondisi ini sering ditemui pada pasien dengan penyakit kronis maupun keluarga yang memiliki risiko penyakit tertentu.

“Saya tahu harus diet, saya tahu rumah harus bersih, tapi bagaimana caranya? Nah, di situ dokter keluarga membantu memberi edukasi dan pendampingan,” katanya.

Ia menjelaskan, dokter keluarga juga harus menyesuaikan edukasi dengan kondisi ekonomi pasien. Misalnya, saat menyarankan rumah sehat dengan ventilasi memadai, dokter perlu mencari solusi yang sesuai kemampuan keluarga agar perubahan tetap dapat dilakukan tanpa membebani pasien.

Keberhasilan layanan dokter keluarga sangat bergantung pada pendekatan komunikasi dan kepercayaan antara dokter dengan pasien. Karena itu, pendampingan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar pasien lebih terbuka terhadap kondisi kesehatan maupun perubahan perilaku yang perlu dilakukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....