Tak Hanya Anak, Dewasa Juga Perlu Vaksin Campak

  • 13 Jun 2026 17:16 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Vaksinasi campak tidak hanya penting diberikan kepada anak-anak, tetapi juga direkomendasikan bagi orang dewasa sebagai upaya perlindungan dari risiko infeksi dan komplikasi yang dapat ditimbulkan penyakit tersebut. Kesadaran masyarakat untuk melengkapi vaksinasi dinilai menjadi langkah penting dalam memutus rantai penularan campak yang masih ditemukan di berbagai daerah, termasuk di Banten.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Hermina Ciruas, Sari Chaerunisah mengatakan, orang dewasa berusia di atas 18 tahun tetap dianjurkan mendapatkan vaksin campak meskipun selama ini penyakit tersebut identik dengan anak-anak. Menurutnya, vaksin menjadi perlindungan penting agar tubuh memiliki kekebalan saat terpapar virus campak.

"Dari Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam (PAPDI), kami tetap merekomendasikan orang dewasa usia lebih dari 18 tahun untuk mendapatkan vaksin campak sebanyak dua dosis dengan jarak pemberian 28 hari," ujar Sari, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pemberian vaksin bertujuan mempersiapkan sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi virus campak sehingga risiko terjadinya infeksi maupun komplikasi berat dapat ditekan. Dengan adanya antibodi yang terbentuk, tubuh diharapkan mampu melawan virus ketika terjadi paparan.

Meski demikian, Sari mengingatkan bahwa pemberian vaksin perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu. Riwayat alergi, penyakit penyerta, hingga kondisi kehamilan pada perempuan harus disampaikan kepada tenaga kesehatan sebelum vaksin diberikan agar dokter dapat menentukan rekomendasi yang tepat.

"Penting untuk mengomunikasikan kondisi kesehatan, termasuk riwayat alergi, penyakit penyerta, atau apakah sedang hamil. Karena pada beberapa kondisi vaksin bisa saja ditunda atau disesuaikan dengan keadaan pasien," katanya.

Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu bingung apabila ingin mendapatkan vaksin campak. Menurutnya, konsultasi dapat dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat, baik melalui dokter umum maupun dokter spesialis, sebelum memutuskan menerima vaksinasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....