Kenali Gejala Perbedaan Campak dan Flu

  • 27 Apr 2026 14:43 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Gejala awal campak sering kali nampak seperti flu biasa, keduanya sama-sama diawali dengan demam, batuk, dan pilek. Namun, ada sejumlah perbedaan penting yang perlu dikenali agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tempat.

Dokter Spesialis Anak dari RS Hermina Ciruas, M Riefky Kusdhany menjelaskan, gejala awal campak kerap mengecoh karena menyerupai infeksi saluran pernapasan ringan. “Gejala awalnya seperti batuk pilek biasa, disertai demam dan mata merah, jadi sering tidak disadari,” ujarnya kepada RRI pada Senin, 27 April 2026.

Meski begitu, ada ciri khas yang membedakan campak dengan flu biasa. Pada campak, demam cenderung tinggi dan sulit turun meski sudah diberikan obat penurun panas. Selain itu, setelah beberapa hari, akan muncul ruam kemerahan pada kulit yang menjadi tanda utama penyakit ini.

“Biasanya demamnya tinggi, bisa sampai 39–40 derajat dan susah turun. Setelah beberapa hari baru muncul ruam,” katanya.

Sementara pada flu biasa, demam umumnya lebih ringan dan lebih mudah mereda. Gejala juga cenderung terbatas pada hidung tersumbat, bersin, dan batuk tanpa disertai ruam pada kulit.

Perbedaan lainnya terletak pada perkembangan gejala. Campak memiliki masa inkubasi sekitar 10 hari tanpa gejala, kemudian diikuti fase demam, batuk, pilek, dan mata merah sebelum akhirnya muncul ruam. Sedangkan flu biasa biasanya langsung menunjukkan gejala tanpa fase ruam.

Karena kemiripan di gejala awal, masyarakat sering kali menganggap campak sebagai flu biasa. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, campak bisa menimbulkan komplikasi hingga kematian.

Dengan mengenali perbedaan gejala ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan tidak lagi menganggap remeh tanda-tanda awal campak. Oleh karena itu, memahami perbedaan sejak dini menjadi langkah penting agar tidak terjadi kesalahan penanganan yang berisiko bagi kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....