Penolakan Imunisasi Jadi Tantangan Pengendalian Campak di Kota Serang
- 17 Apr 2026 13:39 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Nurhayati mengungkapkan, penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian kasus campak di wilayahnya. Stigma terhadap imunisasi, terutama kekhawatiran anak disuntik, masih kerap ditemui di masyarakat.
Menurut Nurhayati, pihaknya terus memberikan edukasi terkait bahaya campak jika tidak dicegah melalui imunisasi. Ia menegaskan bahwa campak bukan penyakit ringan karena dapat menimbulkan komplikasi serius seperti radang otak dan pneumonia.
“Kami sudah menjelaskan risiko komplikasi yang bisa terjadi jika anak tidak diimunisasi,” ujarnya kepada RRI, Jumat, 17 April 2026.
Upaya penanganan juga dilakukan secara cepat ketika ditemukan kasus di lingkungan sekolah. Anak yang terindikasi campak segera diisolasi untuk mencegah penularan lebih luas. Selain itu, penanganan medis langsung diberikan agar kondisi anak tidak semakin memburuk.
Program imunisasi melalui sekolah juga terus dijalankan, salah satunya melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Program ini menyasar siswa kelas 1 SD dan dilakukan secara berkala setiap tahun. Data imunisasi anak juga dapat dipantau melalui buku kesehatan maupun sistem digital yang terintegrasi.
Di sisi lain, Dinkes juga tengah melaksanakan imunisasi kejar dan Outbreak Response Immunization (ORI) untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Langkah ini diambil guna mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok, terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi penyebaran campak.
| Baca juga: Kasus Campak di Kota Serang Meningkat |
Meski capaian imunisasi sebelumnya cukup tinggi, Nurhayati menyebut masih diperlukan peningkatan agar mencapai target ideal. Pada tahun 2025, cakupan imunisasi campak usia 9 bulan mencapai 94,3 persen, sedangkan usia 18 bulan masih berada di angka 75,2 persen.
Angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan perlindungan pada kelompok usia tertentu. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memberikan imunisasi kepada anak.
“Kami berharap orang tua memahami pentingnya imunisasi untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....