Dinkes Pandeglang Sasar Siswi SMP Vaksinasi Virus Kanker Serviks
- 26 Apr 2026 11:52 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mulai memperluas cakupan perlindungan kanker serviks dengan menyasar siswi kelas 9 SMP untuk pemberian dosis kedua Vaksin Human Papillomavirus atau Virus Papiloma Manusia (HPV) yang merupakan penyebab utama kanker serviks. Program ini merupakan kelanjutan dari dosis pertama yang sebelumnya telah diterima para siswi saat duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar. Perluasan sasaran hingga tingkat menengah pertama ini menjadi langkah krusial pemerintah dalam memastikan kekebalan jangka panjang terhadap virus penyebab utama kanker leher rahim sebelum usia dewasa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Dian Handayani, menyatakan pemberian vaksin bagi siswi kelas 9 SMP sudah dimulai secara serentak pada tahun lalu. Langkah ini disebutnya melengkapi skema imunisasi dasar yang mewajibkan pemberian dua dosis dengan rentang waktu yang cukup panjang.
| Baca juga: Waspada Bahaya Komplikasi Campak Bagi Anak |
"Untuk kelas 9 SMP itu kita baru mulai di tahun kemarin. Diharapkan dengan koordinasi yang baik antara lintas sektor tadi, baik Dindik maupun Kemenag, bisa meningkatkan cakupan terhadap vaksinasi HPV di sekolah," ujar Dian, Sabtu 25 April 2026.
Menurutnya prioritas pemberian vaksin HPV saat ini hanya menjanglau anak usia sekolah dasar dan menengah karena efektivitas vaksin HPV jauh lebih tinggi jika diberikan sebelum individu pernah melakukan hubungan seksual. Dian mengatakan sesuai data medis terbukti bahwa respons imun tubuh terhadap komponen vaksin sangat optimal pada rentang usia 9 hingga 14 tahun. Melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), pemerintah menjamin ketersediaan vaksin ini secara gratis bagi seluruh siswi guna menekan angka penderita kanker serviks di masa depan.
| Baca juga: Kasus Campak Pandeglang Tembus 667 Suspek |
Ia menegaskan upaya perluasan cakupan ini tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait. Dinas Kesehatan rutin menggandeng Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama untuk memastikan seluruh sekolah, baik di bawah naungan pemerintah daerah maupun madrasah, ikut menyukseskan program ini. Kepatuhan sekolah terhadap instruksi pimpinan dinas masing-masing menjadi kunci utama dalam memobilisasi siswi sebagai sasaran imunisasi. Pendekatan ini dilakukan untuk meminimalisir adanya penolakan atau keraguan dari pihak sekolah maupun wali murid terhadap keamanan vaksin HPV.
"Vaksin HPV ini dosis keduanya diberikan di kelas 9 SMP. Kalau misalkan mereka waktu kelas 5 SD tidak menerima vaksin dosis pertama, maka boleh diberikan di kelas 6 SD," ujarnya.
Selain menyasar anak sekolah, Dian mengatakan pemerintah juga mendorong masyarakat umum untuk tetap waspada terhadap ancaman virus HPV. Meski vaksin bagi dewasa tersedia, menurutnya biayanya masih bersifat mandiri karena skema gratis saat ini masih terfokus pada program nasional bagi anak sekolah.
Melalui promosi kesehatan yang gencar di tingkat puskesmas, Ia berharap masyarakat aktif mencari informasi mengenai jadwal imunisasi anak di sekolah masing-masing. Target utama dari seluruh rangkaian program ini dikatakannya adalah memutus rantai penularan virus HPV di wilayah Kabupaten Pandeglang secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....