Produktif Berlebihan Picu Kelelahan Mental
- 28 Jan 2026 15:21 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Gaya hidup serba produktif kini seolah menjadi simbol keberhasilan, terutama di tengah tuntutan kerja dan sosial masyarakat modern perkotaan khususnya. Namun di balik kesibukan tersebut, banyak individu perlahan mengalami kelelahan mental tanpa disadari.
Dorongan untuk terus produktif sering datang dari ekspektasi lingkungan, media sosial, dan budaya kerja kompetitif yang kian menguat. Akibatnya, waktu istirahat dianggap kemewahan, sementara batas antara kerja dan kehidupan pribadi semakin kabur dalam keseharian masyarakat urban.
Baca juga: Mengenal Pentingnya Kesehatan Mental di Kalangan Remaja
Kelelahan mental muncul ketika pikiran terus dipacu, tetapi tubuh dan emosi tidak memperoleh jeda memadai secara konsisten berkepanjangan. Gejalanya beragam, mulai dari sulit fokus, mudah cemas, hingga kehilangan motivasi menjalani aktivitas harian yang sebelumnya terasa menyenangkan.
Seorang Konselor Kesehatan Mental, Dimas Pratama mengatakan, masalah ini kerap diabaikan karena dianggap wajar oleh masyarakat luas.
“Produktif tanpa jeda justru membuat seseorang kehilangan energi mental sebelum menyadari batas dirinya,” ujar Dimas kepada RRI pada Rabu, 28 Januari 2026.
Jika dibiarkan, kelelahan mental dapat menurunkan kualitas kerja, relasi sosial, serta kepuasan hidup secara keseluruhan dalam jangka panjang. Tak sedikit pula individu merasa bersalah ketika beristirahat, karena takut dicap kurang produktif oleh lingkungan kerja dan sosial.
Baca juga: Pentingnya Batasan Kerja untuk Mental yang Sehat
Padahal, menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat merupakan kunci mempertahankan kesehatan mental jangka panjang bagi individu produktif berkelanjutan. Memberi ruang jeda, membatasi target harian, serta mengurangi tekanan internal dapat membantu memulihkan energi psikis secara perlahan alami.
Produktivitas sejatinya bukan soal sibuk terus-menerus, melainkan kemampuan mengelola energi secara bijak dalam rutinitas harian masyarakat modern kini. Dengan memahami batas diri, gaya hidup produktif dapat tetap sehat tanpa mengorbankan kesejahteraan mental jangka panjang individu aktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....