Pancasila Jadi Fondasi Anak Muda untuk Rawat Persatuan Bangsa

  • 01 Okt 2026 13:16 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Keberagaman menjadi salah satu tantangan anak muda dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan latar belakang, pandangan, dan pilihan. Nilai persatuan dalam Pancasila dinilai perlu diwujudkan melalui sikap toleransi, keterbukaan, serta kemampuan membangun hubungan dengan orang lain.

Presiden Mahasiswa UIN Banten, Muhammad Syahid menilai, anak muda memiliki peran penting dalam merawat persatuan di tengah masyarakat yang heterogen. Keduanya menilai perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun sekat dalam kehidupan sosial.

“Ketika dia berbaur dari berbagai kelas, berbagai jurusan, berbagai fakultas untuk menghimpun dirinya dalam sebuah kampus, untuk berbaur, berinteraksi, dan pun ini akan relevan dengan anak muda,” ujar Syahid dalam program Spada bersama RRI Pro 2 Banten dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Syahid, anak muda akan berhadapan dengan berbagai karakter, latar belakang, serta pandangan ketika berinteraksi di lingkungan sosial. Kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk belajar menghargai, menerima, dan menyatukan perbedaan dalam kehidupan bersama.

“Justru di situlah persatuan dan juga nilai-nilai Pancasila harus dikedepankan,” katanya.

Syahid mengatakan tantangan dalam membangun persatuan juga muncul dari kecenderungan individualisme yang membuat sebagian anak muda kurang memperhatikan persoalan sosial di sekitarnya. Karena itu, diperlukan upaya untuk mengajak dan merangkul anak muda agar memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Untuk bisa mengajak dan juga merangkul kawan-kawan mahasiswa dan juga anak muda untuk membuka cakrawala lebih lebar, bahwasanya sosial terjadi itu banyak sekali problem yang harus segera ditangani,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Untirta, Muhamad Ridam menilai keberagaman masyarakat Indonesia membutuhkan toleransi agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik. Menurutnya, anak muda perlu memahami bahwa setiap kelompok memiliki latar belakang dan pandangan yang berbeda sehingga kebutuhan bersama tetap harus dijaga.

“Cara untuk bagaimana kita melihat perbedaan ataupun menyikapinya, ya dengan cara bertoleransilah apa yang menjadi sebuah kebutuhan bersama harus terus dijaga,” ucapnya.

Ridam mengatakan nilai-nilai Pancasila perlu dipahami secara menyeluruh dan tidak hanya ditempatkan sebagai teks maupun simbol negara. Menurutnya, nilai kemanusiaan, persatuan, toleransi, dan keadilan perlu menjadi pedoman anak muda dalam berinteraksi di tengah masyarakat.

“Artinya kita sebagai anak muda yang khususnya ya mahasiswa, ngomongin nilai yang perlu dikedepankan, ya semuanya,” katanya.

Ia menilai penerapan Pancasila tidak cukup dilakukan melalui hafalan atau slogan, tetapi harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Anak muda perlu terus membaca, memahami, dan mengaktualisasikan nilai Pancasila sesuai dengan perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....