Maknai Hari Kesaktian Pancasila lewat Toleransi dan Persatuan
- 01 Okt 2026 12:19 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali memahami nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari anak muda. Pancasila dinilai tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap toleransi, persatuan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Presiden Mahasiswa UIN Banten, Muhammad Syahid, menilai penerapan nilai Pancasila menjadi tantangan penting bagi anak muda. Keduanya menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam kehidupan sosial dan bukan sekadar simbol negara.
“Kalau ditanya apa Pancasila bagi anak muda hari ini, saya kira Pancasila tidak cukup hanya dengan mengatakan Pancasila ada di negara,” kata Syahid dalam program Spada bersama RRI Pro 2 Banten, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Syahid, sebagian besar anak muda telah mengenal dan menghafal lima sila Pancasila sejak pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Namun, persoalan yang lebih penting adalah bagaimana nilai tersebut benar-benar hadir dalam perilaku ketika menghadapi perbedaan pendapat, organisasi, agama, maupun pilihan politik.
“Pertanyaannya justru bukan lagi apakah kita sudah hafal Pancasila, tapi apakah Pancasila ini benar-benar hadir dalam kehidupan kita, khususnya terkait nilai-nilai itu,” ujarnya.
Ia mencontohkan sila kedua tentang kemanusiaan yang seharusnya tercermin melalui sikap menghargai orang lain meskipun memiliki pendapat berbeda. Sementara sila ketiga tentang persatuan dapat diterapkan dengan tetap membangun kebersamaan meskipun anak muda berasal dari organisasi, kampus, agama, maupun latar belakang yang berbeda.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa Untirta, Muhamad Ridam menilai Pancasila dapat menjadi pondasi bagi anak muda dalam menjalankan peran di tengah masyarakat. Menurutnya, nilai Pancasila tidak berhenti pada simbol maupun teks, tetapi perlu dipahami dari sisi filosofis dan diterapkan dalam kehidupan.
“Janganlah diartikan sebagai simbol dan juga nilai saja, melainkan bagaimana filosofis dan juga falsafah maupun ilmu yang ada di dalamnya dapat dimaknai sebagai bagaimana kita untuk belajar dan juga bermasyarakat di sekitar masyarakat itu,” katanya.
Ridam menyebut Pancasila sebagai filosofi yang dapat menjadi pedoman anak muda dalam bertindak dan berpikir. Menurutnya, nilai kemanusiaan, persatuan, toleransi, dan keadilan perlu menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. “Pada akhirnya Pancasila ini menjadi sebuah filosofi untuk bagaimana kita bernegara,” ucapnya.
Syahid menambahkan, penerapan Pancasila dapat dimulai dari lingkungan sosial melalui aktivitas organisasi, kegiatan sosial, hingga membangun pertemanan tanpa melihat latar belakang seseorang. Menurutnya, perbedaan seharusnya tidak menjadi alasan untuk membangun sekat di antara anak muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....