KBBI Daring, Tak Perlu Lagi Buka Kamus Tebal
- 30 Agt 2026 10:28 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Generasi muda kini tidak perlu lagi membuka kamus cetak yang tebal untuk mencari arti maupun informasi mengenai kosakata bahasa Indonesia. Kemudahan itu hadir melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring yang dapat diakses melalui perangkat digital.
Widyabasa Ahli Pertama Kantor Bahasa Provinsi Banten, Nurul Lia Rosito Iswan mengatakan, digitalisasi KBBI membuat masyarakat lebih mudah mengakses informasi kebahasaan kapan pun dan di mana pun.
Menurutnya, KBBI Daring tidak hanya menyediakan informasi mengenai arti sebuah kata, tetapi juga dilengkapi berbagai fitur yang membantu pengguna memahami kosakata secara lebih lengkap, termasuk informasi pelafalan dan penggunaan kata.
| Baca juga: Generasi Muda Bisa Usulkan Kosakata ke KBBI |
“Kalau sekarang ada KBBI Daring, jadi KBBI bisa dibuka dari mana saja, bisa melalui gawai atau ponsel, juga melalui laman,” kata Nurul kepada RRI, Sabtu, 29 Agustus 2026.
KBBI Daring dapat diakses melalui laman resmi kbbi.kemendikdasmen.go.id. Kehadiran layanan berbasis digital tersebut membuat masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada kamus cetak ketika ingin memastikan arti, bentuk, maupun informasi mengenai suatu kosakata.
Nurul menjelaskan, KBBI Daring terus mengalami pemutakhiran setiap tahunnya. Perkembangan tersebut membuat jumlah lema yang tersedia semakin bertambah, sekaligus menyesuaikan kebutuhan masyarakat terhadap informasi kebahasaan.
Selain untuk mencari definisi kata, KBBI Daring juga menyediakan fitur pengusulan kosakata. Masyarakat, termasuk generasi muda, dapat mengusulkan istilah yang belum terdapat dalam KBBI melalui laman daring tersebut.
Digitalisasi KBBI juga dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan bahasa Indonesia kepada generasi muda. Nurul berharap anak muda tidak hanya memanfaatkan mesin pencari atau kecerdasan buatan untuk mencari informasi kebahasaan, tetapi menjadikan KBBI sebagai salah satu rujukan utama.
“Lebih baik mencari ke KBBI sebagai rujukan utama. Sekarang KBBI sudah daring, sudah ada di laman dan bisa juga diunduh di ponsel, jadi sama-sama bisa cepat,” ujarnya.
Menurut Nurul, keberadaan KBBI Daring menjadi bagian dari perkembangan layanan kebahasaan yang semakin adaptif terhadap kebiasaan masyarakat di era digital. Dengan akses yang lebih mudah, KBBI diharapkan tidak lagi dipandang sebagai kamus tebal yang sulit dijangkau, melainkan sebagai rujukan bahasa yang dapat digunakan dalam keseharian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....