Santri SMA Assa'adah Tembus Semifinal Kompetisi Internasional Robotik
- 16 Agt 2026 12:35 WIB
- Banten
Poin Utama
- Tim robotik Assa'adah Islamic Boarding School berhasil lolos ke babak semifinal IIUM Robotic Competition 2026 dalam kategori Sumo.
- Persiapan kompetisi dimulai sejak Maret 2026 dengan penyusunan strategi dan pengembangan robot secara bertahap.
- Latihan intensif dilakukan menjelang pelaksanaan kompetisi pada Juli 2026 untuk memastikan kemampuan robot dan menemukan strategi yang optimal.
RRI.CO.ID, Serang - Tim robotik Assa'adah Islamic Boarding School berhasil melaju hingga babak semifinal pada ajang International Islamic University Malaysia atau IIUM Robotic Competition 2026. Prestasi tersebut diraih melalui kategori Sumo yang diikuti Syatir Maulana Faiz Syah.
Keikutsertaan dalam kompetisi internasional tersebut dipersiapkan sejak Maret. Tim mulai mempersiapkan robot sekaligus menyusun strategi yang akan digunakan saat pertandingan. Persiapan kemudian semakin ditingkatkan menjelang pelaksanaan lomba pada Juli dengan melakukan latihan secara intensif untuk menguji kemampuan robot dan menemukan strategi yang dinilai paling sesuai.
Syatir menjelaskan, kategori Sumo yang diikutinya menggunakan robot yang bergerak secara otomatis tanpa kendali langsung dari operator. Robot tidak dikendalikan secara langsung menggunakan remote control, melainkan bergerak sendiri dengan memanfaatkan sensor garis dan sensor ultrasonik. Robot harus mampu mendeteksi keberadaan lawan dan menentukan gerakan agar dapat mendorong robot lawan hingga keluar dari arena pertandingan.
“Jadi saat latihan itu sebenarnya banyak sekali trial error. Mulai dari strategi ketika start, apakah langsung lurus, mutar balik, atau ke kanan dan ke kiri,” ujarnya dalam program Indonesia Layak Anak, Minggu, 16 Agustus 2026.
Dalam kategori tersebut, Syatir mengikuti kelas robot dengan berat satu kilogram. Setiap pertandingan terdiri dari tiga kali percobaan. Strategi robot diuji sejak awal pertandingan, termasuk menentukan arah gerakan ketika mulai bertanding serta memperkirakan jarak yang tepat agar sensor ultrasonik dapat mendeteksi posisi lawan.
Syatir mengatakan, proses latihan dilakukan dengan mencoba berbagai kemungkinan strategi. Robot diuji dengan beberapa pola gerakan, seperti bergerak lurus, menuju kanan, maupun menuju kiri. Penggunaan sensor garis juga diperhatikan untuk menentukan respons robot ketika berada di dekat batas arena atau ketika mendapat tekanan dari robot lawan.
Pada pertandingan IIUM Robotic Competition 2026, Syatir menghadapi peserta dari sejumlah negara. Ia menyebut peserta dari Malaysia dan Singapura menjadi bagian dari lawan yang dihadapinya. Setelah melewati sejumlah ronde, Syatir berhasil melaju hingga babak semifinal sebelum akhirnya terhenti pada tahap tersebut.
Menurut Syatir, keikutsertaan dalam kompetisi internasional tidak hanya memberikan pengalaman bertanding, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempelajari robot yang digunakan peserta lain. Ia memperhatikan bentuk robot, komponen yang digunakan, hingga strategi lawan untuk kemudian dijadikan bahan evaluasi dalam pengembangan robot miliknya.
Pengalaman tersebut kemudian digunakan sebagai referensi untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Syatir mengatakan, hasil pengamatan terhadap robot peserta lain dapat dicoba kembali melalui proses trial and error saat latihan. Dengan demikian, setiap kompetisi menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan sekaligus evaluasi terhadap robot yang telah dibuat.
“Ketika saya melihat robot musuh, komponen yang lebih bagus saya ambil untuk evaluasi di robot saya sendiri,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....