Atlet Catur Muda Banten Bidik Prestasi Tingkat Internasional
- 28 Jul 2026 13:44 WIB
- Banten
Poin Utama
- Wafik Nur Azizah, siswi kelas VII SMP asal Kota Serang, meraih prestasi Juara 3 Kejuaraan Catur Pelajar Tingkat Nasional.
- Meski baru berusia 12 tahun, Wafik sudah memiliki target ambisius untuk menjadi atlet catur bertaraf internasional dan membawa nama Indonesia.
- Wafik berkomitmen terus meningkatkan kemampuan caturnya melalui pembelajaran berkelanjutan dan partisipasi dalam berbagai turnamen untuk mencapai cita-citanya.
RRI.CO.ID, Serang – Prestasi sebagai Juara 3 Kejuaraan Catur Pelajar Tingkat Nasional menjadi langkah awal bagi Wafik Nur Azizah untuk mewujudkan cita-citanya menjadi atlet catur bertaraf internasional. Siswi kelas VII SMP asal Kota Serang itu bertekad terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di level dunia.
Wafik mengatakan keberhasilannya di tingkat nasional menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengikuti berbagai turnamen. Meski masih berusia 12 tahun, ia telah memiliki target jangka panjang untuk membawa nama Indonesia di ajang catur internasional.
“Aku pengin langsung ke tingkat nasional sampai internasional,” katanya dalam Program Sore Ceria bersama RRI Pro 2 Banten, Senin, 27 Juli 2026.
| Baca juga: Catur Latih Fokus Wafik Sejak Usia Dini |
Menurut Wafik, perjalanan menuju prestasi tersebut masih panjang. Ia menyadari kemampuan bermain catur harus terus diasah melalui latihan yang konsisten, pengalaman bertanding, serta kemauan belajar dari para pecatur terbaik dunia.
Salah satu sosok yang menjadi inspirasinya adalah Grandmaster Magnus Carlsen. Wafik mengaku sering mempelajari pola permainan pecatur asal Norwegia tersebut melalui buku maupun pertandingan yang tersedia di berbagai media.
“Namanya Grandmaster Magnus Carlsen. Karena dia jago sekali dan pernah menjuarai juara satu dunia,” ujarnya.
Ia menjelaskan beberapa strategi permainan Magnus Carlsen juga pernah dicoba saat latihan maupun pertandingan. Meski tidak selalu berhasil diterapkan, pengalaman tersebut membantunya memahami berbagai variasi permainan dan meningkatkan kemampuan membaca langkah lawan.
Selain belajar dari tokoh idolanya, Wafik tetap mengutamakan ketenangan saat bertanding. Menurutnya, rasa gugup hanya akan mengganggu konsentrasi sehingga pemain harus mampu mengendalikan emosi sejak awal pertandingan.
“Permainannya santai saja, jangan grogi biar maksimal mainnya. Saya tetap fokus ke catur saja sambil minum air,” ucapnya.
Wafik mengaku sempat merasa tertekan ketika menghadapi peserta-peserta unggulan dari berbagai provinsi pada kejuaraan nasional. Namun, ia memilih tetap fokus terhadap papan catur dan tidak memikirkan reputasi lawan agar dapat mengeluarkan kemampuan terbaik.
Baginya, setiap pertandingan merupakan kesempatan untuk belajar. Kemenangan menjadi motivasi untuk terus berkembang, sedangkan kekalahan dijadikan bahan evaluasi agar mampu tampil lebih baik pada kompetisi berikutnya.
Ke depan, Wafik berharap dapat mengikuti lebih banyak kejuaraan nasional sebagai bekal menuju kompetisi internasional. Ia juga ingin terus mengharumkan nama Banten sekaligus membuktikan bahwa atlet muda daerah mampu bersaing di tingkat dunia apabila dibarengi latihan yang disiplin, dukungan keluarga, dan semangat pantang menyerah, katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....