Ekstrakurikuler Dinilai Efektif Kembangkan Minat Menulis Puisi Siswa

  • 08 Mei 2026 10:31 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pengembangan minat menulis puisi dinilai lebih efektif dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler dibanding pembelajaran formal di dalam kelas. Hal tersebut disampaikan pegiat literasi Pendiri Komunitas Menulis Pontang-Tirtayasa, Encep Abdullah kepada RRI, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurutnya, kegiatan di luar kelas memberikan ruang yang lebih luas dan fleksibel bagi siswa yang benar-benar memiliki minat dan bakat di bidang sastra. Ia menilai, pembelajaran di kelas sering kali tidak berjalan optimal karena adanya perbedaan minat di antara siswa, sehingga tidak semua dapat menyerap materi dengan baik.

“Kalau di kelas, siswa belum tentu ingin belajar sastra. Tapi di ekstrakurikuler, mereka datang karena memang mau belajar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan ekstrakurikuler, metode pembelajaran yang digunakan tidak bersifat kaku. Pendekatan lebih banyak dilakukan melalui praktik langsung serta pembiasaan membaca, dibandingkan dengan teori semata. Hal ini bertujuan agar siswa dapat merasakan proses kreatif secara alami.

“Saya bahkan satu semester hanya memutar musikalisasi puisi agar mereka terbiasa dengan diksi dan rasa bahasa,” kata Encep.

Selain itu, Encep juga menerapkan pendekatan personal dalam membimbing siswa. Ia menyesuaikan metode pembelajaran dengan kemampuan masing-masing individu, terutama bagi siswa yang masih kesulitan dalam memulai menulis. Pendekatan ini dinilai mampu membantu siswa keluar dari kebuntuan ide.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam pengembangan minat sastra, mulai dari keterbatasan dukungan sekolah hingga kurangnya keberlanjutan minat siswa setelah lulus. Tidak sedikit siswa yang sebelumnya aktif menulis, kemudian berhenti berkarya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi pegiat literasi. Encep menilai, potensi yang dimiliki siswa seharusnya dapat terus dikembangkan melalui pendampingan yang berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Ia berharap sekolah dapat memperkuat peran ekstrakurikuler sebagai ruang pengembangan bakat. Selain itu, peran guru juga dinilai penting dalam menemukan, membina, dan menjaga konsistensi potensi siswa di bidang sastra secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....