Bertempat di Wisata Kaibon, TBM Jawara Giatkan Literasi ke Anak-anak
- 20 Apr 2026 14:00 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Sore di kawasan Keraton Kaibon, Kecamatan Kasemen, Kota Serang tak hanya diisi langkah pengunjung yang datang berwisata. Di salah satu sudut, tikar digelar, buku-buku disusun sederhana, dan anak-anak mulai duduk membuka halaman demi halaman.
Kegiatan itu digerakkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Jawara bersama Forum TBM Kota Serang. Di tengah arus digital yang semakin kuat, ruang kecil itu menjadi tempat anak-anak kembali berkenalan dengan buku.
Ketua Forum TBM Kota Serang, Nana Heryatna, melihat kegiatan seperti ini tidak sekadar agenda sesaat. Ada upaya membangun kebiasaan yang perlahan mulai ditinggalkan.
“Kegiatan literasi ada yang rutin dan ada yang momentum. Di sini rutin, anak-anak diajak membaca langsung,” ujarnya, Senin, 20 April 2026.
Ia menyebut kawasan Kaibon dipilih karena menjadi titik berkumpul masyarakat. Dari sekadar melihat, anak-anak mulai tertarik mendekat, lalu membuka buku.
“Awalnya lihat dulu, dari situ muncul keinginan membaca. Itu yang kita dorong,” katanya.
Di tengah dominasi gawai, tantangan membaca buku semakin terasa. Nana menilai membaca dalam bentuk fisik memberi pengalaman berbeda bagi anak.
“Kalau dari digital, selesai dibaca ya selesai. Tapi kalau buku, kadang mereka tergerak untuk mencoba di kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Selain membaca, kegiatan juga diselingi permainan ringan. Anak-anak bergerak, tertawa, lalu kembali duduk membuka buku. Pola itu membuat suasana lebih hidup.
TBM Jawara menjadi salah satu penggerak kegiatan di lokasi tersebut. Berdiri sejak 2016, komunitas ini rutin menggelar lapak baca setiap pekan di area publik.
Founder TBM Jawara menyebut kegiatan berjalan dengan dukungan relawan. Sekitar 15 orang terlibat, membawa buku dengan cara sederhana dari sekretariat ke lokasi.
“Setiap minggu kita gelar di sini. Bukunya dibawa seadanya, pakai motor, pakai kardus,” ujarnya.
Jumlah buku yang dibawa tidak banyak, kurang dari seratus setiap kegiatan. Namun, minat anak-anak tetap terlihat. Sebagian buku berasal dari bantuan berbagai pihak, mulai dari Perpustakaan Nasional hingga dinas terkait.
Meski begitu, keterbatasan masih menjadi tantangan. Banyak TBM di Kota Serang berjalan mandiri tanpa tempat khusus. Kegiatan sering dilakukan di rumah pengelola atau ruang terbuka.
“Tempat representatif belum ada. Teman-teman TBM kebanyakan bergerak dari rumah masing-masing,” kata Nana.
Data Forum TBM mencatat ada 114 TBM di Kota Serang, dengan sekitar 85 yang aktif. Kegiatan terus dijalankan dengan kemampuan yang ada, sambil mencari dukungan dari berbagai pihak.
Di tengah keterbatasan itu, respons masyarakat justru menguatkan langkah mereka.
Warga Kota Serang, Siska yang datang bersama keponakannya, mengaku tidak menyangka menemukan kegiatan membaca di tengah area wisata. “Tadi cuma main ke Kaibon, ternyata ada kegiatan baca. Menurut saya bagus, anak-anak jadi tertarik baca buku,” ujarnya.
Keponakannya terlihat berpindah dari satu buku ke buku lain, sesekali ikut permainan yang disiapkan relawan. “Anaknya senang, tadi lihat buku bergambar, terus ikut games juga,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa bisa lebih sering digelar, tidak hanya di satu lokasi. “Sekarang anak-anak lebih sering pegang handphone. Kalau ada kegiatan seperti ini, mereka bisa kenal lagi sama buku,” ucapnya.
Di bawah langit sore Kaibon, lembar-lembar buku terus dibuka. Tidak ada panggung besar, tidak ada fasilitas lengkap. Hanya tikar, buku, dan semangat menjaga kebiasaan membaca tetap hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....