Anak Muda Miliki Pendekatan Berbeda Hidupi Seni Tradisi

  • 27 Mar 2026 15:37 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Tradisi kini tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang kuno dan jauh dari kehidupan generasi muda. Justru sebaliknya, tradisi berkembang menjadi sumber kreativitas baru yang mampu diolah dalam berbagai bentuk karya yang relevan dengan zaman.

Widyabasa Ahli Pertama Kantor Bahasa Provinsi Banten, Nanda Ghaida Fauziyyah mengatakan, tradisi bersifat dinamis dan terus bergerak mengikuti perkembangan masyarakat. “Tradisi itu bukan sesuatu yang statis atau berhenti di masa lalu, melainkan praktik budaya yang terus bergerak. Yang berubah adalah cara kita berinteraksi dengan tradisi tersebut,” ujarnya saat dialog di Pro 2 RRI Banten, Kamis, 26 Maret 2026.

Nanda menjelaskan, generasi muda saat ini memiliki pendekatan berbeda dalam menghidupkan tradisi, mulai dari pemanfaatan teknologi digital hingga eksplorasi lintas medium. Hal ini membuat tradisi tetap relevan dan bahkan menjadi sumber ide kreatif yang tidak terbatas.

“Tradisi bisa menjadi sumber kreativitas yang tidak ada habisnya. Tantangannya adalah bagaimana menjembatani antara nilai lama dengan konteks baru,” katanya.

Upaya pelindungan bahasa dan sastra daerah juga terus dilakukan melalui tiga skema utama, yakni pemetaan, konservasi, dan revitalisasi. Menurut Nanda, revitalisasi menjadi tahap penting karena berfokus pada menghidupkan kembali tradisi agar digunakan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya berhenti sebagai arsip.

Di Banten, revitalisasi dilakukan dengan menghadirkan kembali kesenian tradisional seperti lalaguan calung renteng dan syair gambang kromong melalui buku, video musik, hingga platform digital. Hasilnya, karya-karya tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, terutama generasi muda yang turut mengembangkan dalam bentuk tari, aransemen musik modern, hingga konten kreatif lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut berpartisipasi secara aktif dan kreatif. Tradisi bisa terus hidup ketika diberi ruang di platform yang dekat dengan generasi muda,” ujar Nanda.

Ia menegaskan, transformasi bentuk dalam tradisi bukanlah ancaman, melainkan bagian dari keberlanjutan budaya. Dengan pendekatan yang tepat, tradisi justru dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal nilai-nilai budaya secara lebih mendalam sekaligus memperkuat identitas kolektif masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....