Hakikat Kehidupan Dunia Hanyalah Sementara

  • 26 Okt 2025 06:47 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Kehidupan dunia hanyalah tempat persinggahan sementara yang harus dimanfaatkan untuk beribadah dan beramal saleh. Demikian disampaikan Ustazah Ai Juddiyah Fahmi, dalam program Mutiara Pagi edisi Minggu (26/10/2025) bertema “Hakikat Kehidupan di Dunia”.

Dalam ceramahnya, Ustazah Ai mengutip firman Allah dalam Surah Al-Hadid ayat 20 yang menjelaskan, kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan, serta ajang bermegah-megahan dalam harta dan keturunan. Dunia digambarkan seperti tanaman yang tumbuh subur setelah hujan, membuat petani senang, namun kemudian layu dan hancur diterbangkan angin.

“Begitulah kehidupan dunia, tampak indah dan menyenangkan di awal, tetapi pada akhirnya akan sirna. Dunia ini tidak kekal, hanya sementara,” ujarnya.

Baca juga: Keimanan Naik Turun Jadi Ujian Umat Islam

Ia menegaskan, manusia sering kali terjebak dalam kesenangan semu dan terlena dengan urusan duniawi. Mereka berlomba mengumpulkan harta, memperindah penampilan, atau mengejar kedudukan tanpa memperhatikan bekal akhirat.

Padahal, Allah telah mengingatkan bahwa kehidupan di akhirat jauh lebih baik dan kekal. Allah memberikan peringatan agar manusia tidak tertipu oleh pesona dunia. Kehidupan sejati adalah kehidupan setelah kematian.

Lebih jauh, Ustazah Ai menjelaskan, kecintaan terhadap dunia dapat menjerumuskan manusia pada kemaksiatan. Banyak orang rela melanggar perintah Allah demi kepentingan duniawi, bahkan mengabaikan kewajiban beribadah. Karena, dunia ini hanya sarana, bukan tujuan. Kita hidup di dunia untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah. Jika dunia dijadikan tujuan, maka manusia akan kehilangan arah hidupnya.

Baca juga: Manajemen Islami Perkuat Harmoni Rumah Tangga Bahagia

Ia menyoroti kebiasaan sebagian perempuan yang berlebihan dalam mempercantik diri hingga merubah ciptaan Allah. Menurutnya, tindakan seperti sulam alis dan operasi wajah termasuk dalam perbuatan yang dilarang agama. “Merawat tubuh diperbolehkan sebagai bentuk syukur, tapi jangan mengubah ciptaan Allah hanya demi pujian manusia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para suami dan istri agar tetap menjaga keseimbangan antara mencari nafkah dan menjalankan kewajiban ibadah. “Seorang suami yang bekerja dengan niat ibadah akan diampuni dosanya, tapi jangan sampai mencari rezeki membuatnya lalai dari salat,” ucapnya.

Sebagai penutup, Ustazah Ai Juddiyah berpesan agar umat Islam menjadikan kehidupan dunia sebagai ladang amal dan bekal menuju akhirat. Dunia hanyalah tempat ujian. Jadikanlah dunia sebagai jalan menuju keselamatan di akhirat. (Trixie Sondang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....